Ilustrasi(magnific)
PEMANFAATAN Kecerdasan Buatan (AI) diprediksi akan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi ekonomi Indonesia. Berdasarkan laporan AI Economic Opportunity 2026 dari Public First, optimalisasi teknologi AI, terutama pada sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM), berpotensi menyumbang nilai ekonomi hingga Rp910 triliun atau setara dengan US$55 miliar.
Kontribusi besar tersebut mencapai 3,8% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Proyeksi ini sejalan dengan pertumbuhan nilai perdagangan digital (GMV) Indonesia yang diperkirakan akan menyentuh angka US$340 miliar pada 2030 mendatang.
Country Director Google Indonesia, Veronica Utami, menegaskan bahwa teknologi AI akan memberikan dampak maksimal ketika diposisikan sebagai mitra bagi kreativitas manusia.
"Kami selalu memegang satu keyakinan utama, teknologi berada pada titik terbaiknya ketika ia menjadi mitra yang memberdayakan kreativitas manusia. Dan dampaknya sungguh nyata," ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (23/5).
MI/HO--Country Director Google Indonesia, Veronica Utami
Dampak Signifikan pada Sektor Kreatif
Sektor kreatif dan media menjadi salah satu bidang yang paling merasakan dampak positif dari penggunaan Generative AI. Penggunaan teknologi ini secara penuh diproyeksikan mampu memberikan dividen ekonomi sebesar Rp66 triliun (US$4,1 miliar) per tahun bagi Indonesia.
Selain nilai ekonomi, AI juga menawarkan efisiensi waktu yang signifikan. Pekerja kreatif dilaporkan dapat menghemat rata-rata 390 jam per tahun, atau setara dengan 50 hari kerja. Fitur lokalisasi otomatis seperti penerjemahan dan dubbing juga membuka peluang ekspor konten kreatif dengan potensi nilai mencapai Rp6,7 triliun per tahun.
Veronica menambahkan, ekosistem YouTube di Indonesia telah memberikan kontribusi nyata sebesar Rp8,4 triliun bagi PDB dan mendukung lebih dari 190.000 lapangan kerja. Sebanyak 81% kreator yang berpenghasilan dari platform tersebut kini mampu menjangkau audiens internasional berkat bantuan teknologi.
Ringkasan Potensi Ekonomi AI di Indonesia:
| Potensi Ekonomi AI (Total) | Rp910 Triliun (3,8% PDB) |
| Dividen Sektor Kreatif (Gen-AI) | Rp66 Triliun/tahun |
| Potensi Ekspor Konten Kreatif | Rp6,7 Triliun/tahun |
| Efisiensi Waktu Pekerja Kreatif | 390 jam (50 hari kerja)/tahun |
| Target GMV Digital 2030 | US$340 Miliar |
Tantangan Adopsi AI di Sektor UKM
Meski memiliki potensi besar, adopsi AI di sektor UKM masih menghadapi tantangan serius. Data menunjukkan adanya kesenjangan yang lebar antara perusahaan besar dan UKM dalam hal pemanfaatan teknologi ini.
Vice President of Government Affairs & Public Policy, Centers of Excellence Google, Markham Erickson, mengungkapkan bahwa saat ini baru sekitar 14,5% UKM yang memanfaatkan AI. Angka ini tertinggal jauh dibandingkan perusahaan besar yang tingkat adopsinya sudah mencapai 62,5%.
Padahal, jika UKM mampu mengakselerasi penggunaan AI, Indonesia tidak hanya akan mendapatkan tambahan nilai ekonomi triliunan rupiah, tetapi juga berpeluang menciptakan 510.000 lapangan kerja baru melalui model bisnis inovatif.
"AI tidak hanya akan meningkatkan kapabilitas dalam pekerjaan yang sudah ada, tetapi juga mendorong lahirnya produk, layanan, dan bahkan industri baru. Transformasi tersebut sudah mulai kita lihat hari ini," pungkas Erickson. (Z-1)

















































