Pertumbuhan E-Commerce Tuntut Percepatan Logistik Antarpulau

21 hours ago 1
Pertumbuhan E-Commerce Tuntut Percepatan Logistik Antarpulau ilustrasi(Antara)

Perkembangan perdagangan digital membuat aktivitas jual beli tidak lagi terbatas pada wilayah tempat pelaku usaha berada. Produk dari berbagai daerah kini dapat dipasarkan kepada konsumen di seluruh Indonesia, sehingga kebutuhan akan layanan distribusi yang cepat dan fleksibel semakin meningkat.

Kementerian Perdagangan mencatat nilai gross merchandise value (GMV) e-commerce Indonesia mencapai sekitar US$71 miliar pada 2025. Sementara pada 2024, sekitar 4,40 juta pelaku usaha tercatat menjalankan perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE), dengan 97,28 persen di antaranya merupakan usaha mikro.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya aktivitas perdagangan yang bergantung pada jaringan distribusi. Bagi pelaku usaha, memperluas pasar melalui kanal digital harus diikuti kemampuan mengirimkan barang secara efisien ke berbagai wilayah.

Tantangannya, Indonesia memiliki karakter geografis sebagai negara kepulauan dengan 17.380 pulau. Konektivitas logistik menuju sejumlah wilayah, terutama daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP), masih menjadi pekerjaan yang terus dihadapi.

Pemerintah pun terus memperkuat konektivitas transportasi, termasuk melalui angkutan udara. Pada 2026, terdapat 57 rute angkutan udara kargo perintis yang melayani wilayah prioritas. Kementerian Perhubungan juga mengembangkan konsep hub and spoke untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang.

Di tengah kondisi tersebut, pemilihan moda transportasi menjadi faktor penting bagi pelaku usaha. Jalur darat dan laut tetap menjadi tulang punggung distribusi, sementara cargo udara menjadi alternatif ketika waktu, jarak antarpulau, dan tingkat urgensi menjadi pertimbangan utama.

Kondisi inilah yang menjadi perhatian KAP CARGO dalam mengembangkan layanan pengiriman melalui jalur udara ke berbagai wilayah Indonesia.

KAP Cargo menyediakan pilihan pengiriman yang disesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan waktu pelanggan. Pelanggan dapat menentukan alternatif pengiriman berdasarkan tingkat urgensi, lokasi tujuan, dan ketersediaan penerbangan.

“Setiap pengiriman memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kami tidak hanya melihat tujuan pengiriman, tetapi juga urgensi dan waktu yang dibutuhkan pelanggan. Dari situ kami memberikan pilihan penerbangan maupun alternatif pengiriman yang paling sesuai,” ujar Direktur KAP Cargo, Edy.

Menurutnya, fleksibilitas menjadi salah satu aspek penting dalam layanan cargo, terutama bagi pelanggan yang membutuhkan pengiriman antarkota maupun antarpulau dengan mempertimbangkan jadwal penerbangan yang tersedia.

KAP Cargo menyasar kebutuhan pengiriman dari berbagai sektor, mulai dari UMKM dan e-commerce hingga supplier, perusahaan retail, dan manufaktur. Kecepatan respons serta komunikasi dengan pelanggan menjadi bagian dari layanan yang dikembangkan perusahaan.

Perubahan pola perdagangan juga membuat kebutuhan logistik tidak lagi sekadar memindahkan barang dari satu titik ke titik lain. Pelaku usaha membutuhkan kepastian proses, pilihan metode pengiriman, serta informasi yang membantu mereka menentukan layanan distribusi sesuai kebutuhan.

Bank Indonesia sebelumnya mencatat nilai transaksi e-commerce Indonesia meningkat dari sekitar Rp205,5 triliun pada 2019 menjadi sekitar Rp487 triliun pada 2024. Pertumbuhan perdagangan digital tersebut turut memperbesar kebutuhan terhadap jaringan distribusi yang mampu menjangkau konsumen di berbagai daerah.

Semakin jauh lokasi konsumen dari pusat produksi atau penyimpanan barang, semakin penting bagi pelaku usaha mempertimbangkan karakter barang, tujuan pengiriman, biaya, dan kebutuhan waktu dalam memilih moda transportasi.

Dalam konteks tersebut, kargo udara menjadi salah satu alternatif ketika kecepatan dan konektivitas antarpulau menjadi kebutuhan utama. Ke depan, perkembangan perdagangan digital dan semakin luasnya aktivitas ekonomi antardaerah diperkirakan akan terus meningkatkan kebutuhan terhadap layanan logistik yang mampu beradaptasi dengan karakter geografis Indonesia yang luas dan tersebar. (E-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |