Perangi DBD dari Tingkat Kampung, Kader Jumantik Jadi Garda Depan Pencegahan

1 day ago 2
Perangi DBD dari Tingkat Kampung, Kader Jumantik Jadi Garda Depan Pencegahan Ilustrasi(Dok Istimewa)

Upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan membangun kebiasaan perlindungan diri dari gigitan nyamuk.

Penguatan upaya preventif tersebut salah satunya dilakukan melalui gerakan Kampung Bebas Jentik (KBJ) yang mendorong masyarakat untuk secara konsisten memantau dan mengendalikan tempat berkembang biaknya nyamuk di lingkungan tempat tinggal.

Di Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, sekitar 100 kader Jumantik dari lima kelurahan terlibat dalam Lomba Kampung Bebas Jentik tingkat kecamatan yang diinisiasi Puskesmas Mampang Prapatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Mampang Prapatan dan melibatkan kader dari Kelurahan Pela Mampang, Mampang Prapatan, Tegal Parang, Bangka, serta Kuningan Barat.

Para kader menjadi penggerak masyarakat dalam melakukan pemantauan serta pengendalian jentik secara konsisten dengan pendekatan berbasis lingkungan dan keluarga.

Langkah tersebut penting karena pencegahan DBD tidak hanya bergantung pada penanganan ketika terjadi kasus, tetapi juga membutuhkan perilaku preventif yang dilakukan secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Enesis Group melalui Soffell turut memberikan dukungan dengan menghadirkan edukasi product knowledge mengenai pentingnya perlindungan diri dari gigitan nyamuk dalam aktivitas sehari-hari. Produk Soffell juga disalurkan kepada para kader untuk mendukung aktivitas mereka di lapangan.

Head of Human Resources Services and Public Relations Enesis Group RM Ardiantara mengatakan pencegahan DBD merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi dan konsistensi berbagai pihak.

“Bagi Enesis Group, pencegahan DBD merupakan upaya bersama yang membutuhkan kolaborasi dan konsistensi dari berbagai pihak. Melalui Soffell, kami berkomitmen turut mendukung gerakan Kampung Bebas Jentik dengan memperkuat edukasi kepada para kader Jumantik mengenai pentingnya perlindungan diri dari gigitan nyamuk,” ujarnya, Selasa (8/9/2026).

Menurut dia, edukasi mengenai perlindungan diri diharapkan dapat melengkapi pengendalian jentik yang dilakukan masyarakat di lingkungan masing-masing. Masyarakat juga didorong menjadikan perilaku preventif sebagai kebiasaan sehari-hari melalui penerapan 3M, yakni Menguras, Menutup, dan Mendaur Ulang, serta ditambah dengan penggunaan perlindungan antinyamuk.

Menurut dia, pencegahan DBD perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari memastikan lingkungan tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk hingga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk.

"Keterlibatan kader Jumantik menjadi salah satu elemen penting karena mereka berperan sebagai penggerak sekaligus penghubung antara upaya kesehatan di tingkat masyarakat dengan kebiasaan keluarga sehari-hari," katanya.

Ia menambahkan kolaborasi dalam gerakan Kampung Bebas Jentik pun menunjukkan pengendalian DBD dapat diperkuat melalui sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, masyarakat, dan sektor swasta.

"Melalui kombinasi edukasi, inovasi produk, dan kekuatan komunitas, kami menyatakan akan terus mendorong kontribusi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Upaya ini sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap konsep Healthy Product for Healthy Family dan mendukung terbentuknya kebiasaan preventif dalam menghadapi ancaman penyakit yang ditularkan melalui nyamuk," pungkasnya.(H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |