AS dan Iran sepakat menunda serangan demi memberi ruang bagi diplomasi, memicu penurunan harga minyak dunia di pasar Asia.(AFP)
AMERIKA Serikat dan Iran menahan serangan militer mereka pada Minggu, memberikan jeda bagi jalur pelayaran Teluk dan industri minyak dari ancaman serangan rudal. Langkah ini diambil seiring pernyataan utusan PBB Donald Trump bahwa sang presiden tengah "memberikan ruang bagi pembicaraan diplomasi".
Pihak Iran menyatakan telah menghentikan serangan balasan terhadap sekutu-sekutu Washington di Timur Tengah. Sementara itu, Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menyampaikan kepada Fox News Sunday, meskipun pasukan AS tetap siap siaga, Trump akan memberikan "sedikit ruang" untuk negosiasi.
Jeda pertempuran ini direspons positif oleh pasar. Harga minyak dunia di pasar Asia merosot pada Senin pagi seiring kelegaan para investor. Harga minyak mentah Brent turun 5,89% menjadi US$91,08 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 5,73% menjadi US$84,19 per barel.
Sebelum jeda pada Jumat dan Sabtu malam, militer AS telah menggempur Iran selama 13 malam berturut-turut.
"Serangan-serangan ini berlanjut hingga dua malam lalu, tetapi selama dua malam terakhir pihak Amerika telah menghentikan serangan mereka," kata juru bicara tentara Iran, Mohammad Akraminia.
"Karena... strategi kami pada dasarnya adalah balasan, kami juga telah menghentikan operasi balasan kami," tambahnya.
Meskipun perselisihan di Selat Hormuz sempat merusak upaya diplomasi, jeda serangan ini menghidupkan kembali harapan untuk kembali ke meja perundingan. Waltz juga membantah laporan media AS yang menyebutkan bahwa penundaan ini disebabkan oleh menipisnya stok amunisi pertahanan AS.
"Saya ingin memperjelas. Militer AS, dan saya telah memverifikasi hal ini dari segala sisi, memiliki semua yang dibutuhkannya untuk menjalankan kampanye ini secara efektif sebagaimana mestinya," tegas Waltz kepada NBC News.
Tekanan Politik dan Perkembangan Konflik
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan tiba di Gedung Putih pada Selasa untuk bertemu dengan Trump. Netanyahu diperkirakan akan mendesak AS agar tetap mengambil tindakan tegas terhadap program nuklir Teheran.
"Jika dia bisa melakukannya tanpa kembali ke pertempuran militer yang intens, itu bagus. Mengapa tidak? Tetapi bagaimanapun juga, mereka harus mengakhiri program nuklir mereka, dan dengan kesepakatan atau tanpa kesepakatan, itu harus diakhiri," ujar Netanyahu kepada Fox News.
Di dalam negeri, perang yang kini memasuki bulan kelima ini mulai membebani tingkat kepuasan publik terhadap Trump menjelang pemilu sela (midterm elections) AS pada November mendatang. Trump sendiri mengonfirmasi adanya komunikasi yang sedang berlangsung dengan Teheran.
"Kami sedang berbicara dengan mereka saat ini. Saya pikir mereka menjadi semakin serius," kata Trump pada Jumat lalu.
Meski situasi di Teheran berangsur normal, ketegangan regional bergeser ke front baru. Kelompok pemberontak Houthi di Yaman mengklaim telah menjatuhkan drone Arab Saudi di barat laut Yaman pada Minggu, sehari setelah kelompok tersebut mengaku menyerang fasilitas minyak milik Saudi Aramco di Jizan dan Yanbu. (AFP/Z-2)

















































