Pencarian Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Fokus ke Barat Daya

4 hours ago 4
Pencarian Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Fokus ke Barat Daya Petugas dari SAR bersiap melakukan pencarian dan pertolongan terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (8/9/2026) .(Antara-HO/Basarnas Banten )

KEPALA Kepolisian Daerah Banten Irjen Hengki memimpin langsung koordinasi dengan tim SAR gabungan dalam mencari lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Pandeglang, sejak Senin (7/9). Ia memastikan tim penyelamat mengoptimalkan seluruh proses pencarian.

Hengki menekankan bahwa seluruh proses pencarian harus berjalan lancar dan aman dengan tetap mengutamakan keselamatan para korban.

"Seluruh tim yang dikerahkan agar memastikan kesiapan dan kerja keras secara maksimal dalam keterpaduan tim SAR ini," kata Hengki di Posko SAR Nasional di Pandeglang, Rabu (9/9).

Selain memaksimalkan penyisiran di lapangan, pihak kepolisian turut menyiagakan tim dokter serta fasilitas pendukung. Langkah ini disiapkan untuk mengantisipasi proses identifikasi korban secara cepat apabila ditemukan adanya perkembangan di lapangan.

"Saya minta fasilitas tempat istirahat bagi pihak keluarga korban yang datang dan menunggu proses pencarian," tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh unsur tim SAR agar tetap mengutamakan faktor keselamatan dengan selalu memperhatikan perkembangan situasi erupsi serta informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Untuk menghindari simpang siur informasi, pihak kepolisian membentuk grup WhatsApp khusus Satgas Terpadu Pencarian. Penyampaian informasi kepada publik maupun rekan-rekan media hanya akan dilakukan melalui satu pintu," lanjut Hengki.

Sementara itu, Tim SAR gabungan dari Basarnas dan TNI/Polri kembali melakukan pencarian serta penyelamatan terhadap perahu cepat (speedboat) yang mengangkut rombongan jurnalis tersebut.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten, Riski Dwiyanto, mengatakan bahwa dalam operasi kemanusiaan pada hari kedua ini, Basarnas Banten mengerahkan kekuatan penuh dari tim gabungan.

"Area pencarian kita perluas karena hasil dari SAR Map mengarah ke barat daya dari Pulau Gunung Anak Krakatau. Jika dijumlahkan secara keseluruhan, total luas area pencarian mencapai kurang lebih 271 nautical mile," jelas Riski.

Riski mengungkapkan, pihaknya fokus melakukan perluasan pencarian berdasarkan analisis data digital. Sebanyak enam unit kapal dikerahkan dan dibagi ke dalam lima Search and Rescue Unit (SRU) dengan peran strategis masing-masing.

"Pertama kita menggunakan KN SAR Tual K dengan area pencarian seluas 68,3 nautical mile. Kemudian ada kapal KAL Anyer milik Lanal Banten dengan jangkauan 69,5 nautical mile," tuturnya.

Tim SAR juga memanfaatkan RIB 01 dan RIB 03 Lampung untuk menyisir area seluas 67 nautical mile, serta RIB 02 Banten yang difokuskan untuk penyisiran ketat di sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang guna mengantisipasi kemungkinan korban atau bagian kapal yang terdampar.

"Terakhir kita didukung oleh KP Sanjay milik Polairud Polda Banten dengan cakupan pencarian seluas 67,3 nautical mile," pungkasnya. (Ant/P-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |