Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda: DPR Minta Operasi SAR Maksimal

2 hours ago 1
 DPR Minta Operasi SAR Maksimal Pencarian hari kedua speedboat yang mengangkut jurnalis hilang di Selat Sunda.(Antara)

OPERASI penyelamatan terhadap lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau terus menjadi perhatian serius. Anggota Komisi I DPR RI, Iman Sukri, mendesak seluruh elemen terkait untuk mengerahkan segala potensi guna menemukan para korban secepatnya.

“Setiap waktu sangat berharga. Kami meminta seluruh pihak memaksimalkan sumber daya dan memperluas area pencarian. Prioritas utama adalah menemukan seluruh korban secepat mungkin dalam keadaan selamat,” tegas Iman dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (9/9).

Anggota dewan yang membidangi sektor komunikasi ini menekankan pentingnya jaminan keselamatan bagi para wartawan. Menurutnya, profesi jurnalis memiliki risiko tinggi karena harus terjun langsung ke lapangan demi menyajikan informasi akurat kepada publik.

“Jurnalis adalah profesi yang mulia karena mereka menjadi mata dan telinga masyarakat. Mereka bekerja untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar mengenai berbagai peristiwa,” tambah Iman.

Ia juga mengimbau adanya keterpaduan yang solid di antara seluruh unsur SAR, mulai dari kesiapan personel, armada penyelamat, hingga sarana komunikasi agar proses evakuasi berjalan efisien.

Berdasarkan data yang dihimpun, kelima jurnalis yang hingga kini belum ditemukan adalah:

  • M. Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA Biro Banten)
  • Ari Basuki (Merdeka)
  • Yudhis (iNews)
  • Daus (Kantor Berita Anadolu)
  • Donal (Jurnalis Lepas)

Selain para insan pers tersebut, terdapat tiga kru kapal cepat Arupadhatu 1 yang turut hilang kontak sejak Senin (7/9). “Kita berharap segera mendengar kabar baik. Semoga kelima jurnalis dan tiga orang lainnya dapat segera ditemukan dalam keadaan sehat,” harap Iman.

Tim SAR Terjunkan 4 Unit SRU dan Teknologi Thermal

Memasuki hari kedua penyisiran di wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten, tim gabungan telah memperluas jangkauan wilayah pencarian. Deputi Operasi Badan SAR Nasional (Basarnas), Edy Prakoso, menjelaskan bahwa strategi pencarian kini dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU).

"Operasi SAR hari kedua dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan melibatkan sejumlah unsur SAR serta dukungan penuh sarana laut dan udara," jelas Edy di Jakarta, Rabu.

Berikut adalah pembagian fokus penyisiran di wilayah perairan strategis:

  • SRU 1: Mengerahkan KN SAR Tetuka 247 untuk menyisir area hingga radius 68,3 nautical mile (NM).
  • SRU 2: Memanfaatkan KAL Anyer guna menjangkau radius 69,5 NM.
  • SRU 3: Mengoperasikan RIB 01 Lampung untuk area sejauh 67 NM.
  • SRU 4: Memaksimalkan RIB 02 Banten khusus menyusuri titik di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

Untuk menunjang efektivitas operasi, tim SAR juga menyiagakan armada pendukung seperti KP Sanjaya, RIB 03 Lampung, kendaraan penyelamat, serta perlengkapan medis. Selain itu, tim memanfaatkan teknologi drone thermal untuk mendeteksi suhu tubuh dari udara guna mempercepat penemuan titik koordinat korban. (Ant/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |