Pencak Silat Didorong Jadi Jembatan Diplomasi Indonesia-Jepang

21 hours ago 3
Pencak Silat Didorong Jadi Jembatan Diplomasi Indonesia-Jepang ilustrasi(Antara)

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyatakan bahwa pencak silat memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan diplomasi olahraga dalam memperkuat hubungan antara Indonesia dan Jepang. Kerja sama di bidang ini diyakini mampu membuka ruang interaksi yang lebih luas bagi masyarakat kedua negara.

Erick menyampaikan tawaran tersebut dalam sebuah acara yang berlangsung di Kediaman Resmi Duta Besar Jepang untuk Indonesia di Jakarta, Selasa (8/9). Menurutnya, penguatan hubungan tidak hanya bertumpu pada kerja sama antarpemerintah (G2G), tetapi juga harus menyentuh hubungan langsung antarmasyarakat (P2P).

"Salah satunya yang kami tawarkan mungkin bagaimana kita bisa bekerja sama mengenai pencak silat. Kerja sama program kepemudaan dan keolahragaan harus terus ditingkatkan karena ini adalah hubungan diplomasi yang sangat berpengaruh pada hubungan langsung antara masyarakat dan masyarakat," ujar Erick.

Perluas Kerja Sama Lewat Anggar dan Pertukaran Pemuda

Selain pencak silat, Erick mengungkapkan bahwa peluang kerja sama olahraga telah dibahas sebelumnya oleh Komite Olimpiade Indonesia (NOC) bersama kementerian terkait di Jepang. Salah satu cabang olahraga lain yang menjadi fokus pembahasan adalah anggar.

Erick berharap komunikasi tersebut segera ditindaklanjuti dengan program konkret, seperti pertukaran atlet dan pemuda. Hal ini bertujuan agar olahraga menjadi sarana berkelanjutan dalam mempererat persahabatan kedua bangsa.

Belajar dari Pengalaman Jepang Mengelola Ajang Dunia

Lebih lanjut, Menpora menilai Indonesia perlu belajar dari pengalaman panjang Jepang dalam menyelenggarakan ajang olahraga internasional. Sebagai catatan, Jepang telah sukses menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas sebanyak dua kali dan Asian Games sebanyak tiga kali.

Pengalaman manajerial Jepang tersebut menjadi alasan penting bagi Indonesia untuk memperkuat kemitraan. Erick menekankan bahwa pencak silat dipilih karena memiliki nilai lebih, yakni tidak hanya sebagai cabang olahraga prestasi, tetapi juga merupakan identitas budaya asli Indonesia.

Baca juga: Menpora ingin kualitas pembinaan pencak silat terus ditingkatkan

Melalui inisiatif ini, Erick berharap dimensi budaya dan olahraga dapat menyatu untuk menciptakan hubungan bilateral yang lebih harmonis dan produktif di masa depan.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |