KEBAKARAN terjadi di salah satu pabrik sandal dan karet milik PT Murni Karetindo Lestari (King Stone) di Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Kebakaran yang terjadi selama lebih dari 12 jam, sejak Ahad, 21 Juni 2026 malam tadi masih ditangani petugas.
Kepulan asap pekat masih membumbung tinggi di sekitar lokasi kebakaran pabrik sandal ini. Warga juga berhamburan lantaran asap yang menyebar membuat sesak. Berdasarkan pantauan Tempo, kepulan asap hitam pekat masih membumbung dengan butiran debu bekas bakaran karet. Selain petugas, terdapat pegawai pabrik yang berjibaku memadamkan api.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Petugas Kepolisian RI (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) pun turun tangan untuk mengevakuasi warga. Mereka juga membagikan masker untuk warga agar terhindar dari debu bekas bakaran. "Sudah 10 jam kami coba memadamkan," teriak salah satu pegawai yang berjibaku di titik api bersama dua rekannya, Senin siang.
Meskipun tidak menggunakan alat pemadam mereka tetap mencoba berjibaku memadamkan dengan selang air yang ada di pabrik. Api juga terlihat kembali muncul di beberapa titik kebakaran ini.
Berdasarkan informasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Tangerang menerima laporan kebakaran pada pukul 22.31 WIB dan langsung mengerahkan puluhan personel ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia Rahman, mengatakan saat petugas tiba di lokasi, kobaran api sudah membesar dan menghanguskan sedikitnya tiga bangunan produksi. “Setelah kami sampai di sini, kondisi api sudah besar. Ada tiga lokasi terbakar yang terdiri dari bahan baku karet, sandal yang sudah jadi, serta cairan kimia untuk bahan baku,” ujar Andia.
Menurutnya, prioritas utama petugas saat ini adalah mencegah api merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi mengingat banyaknya material mudah terbakar di dalam pabrik. Dia mengaku ada 95 personel pemadam kebakaran yang dikerahkan. Mereka dibantu unsur TNI dan Polri serta petugas dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang.
"Ada 19 mobil yang diterjunkan. Berdasarkan laporan sementara, petugas berangkat menuju lokasi pada pukul 22.35 WIB dan tiba sekitar pukul 22.45 WIB. Hingga proses penanganan berlangsung, petugas masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di area pabrik," kata dia.
Namun belum dapat dipastikan ihwal penyebab kebakaran yang menyebabkan lokasi ini hangus. Penyelidikan masih dilakukan oleh pihak berwenang. “Sementara belum bisa kami simpulkan karena masih dalam proses. Nanti akan ditindaklanjuti melalui penyelidikan oleh pihak yang berwenang,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar menyatakan banyaknya bahan material yang mudah terbakar menyebabkan kebakaran cukup sulit dipadamkan.
"Perusahaan memproduksi sandal jepit dan yang terbakar adalah bahan-bahan dari produksi tersebut dan tadi saya langsung ke TKP untuk memastikan bahan-bahan yang terbakar itu cukup banyak. Itu adalah bahan yang agak sulit untuk dipadamkan dan butuh waktu yang cukup lama," kata dia.
Mahdiar memastikan untuk memadamkan api ini air baku untuk mobil pemadam kebakaran aman. Pihaknya mengambil sumber air di beberapa area.
"Tadi kami sudah dapatkan tandon yang ada di area terminal, selain itu juga dibantu teman-teman dari Koramil, lalu juga ada dari Dinas Lingkungan Hidup dan juga teman-teman dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum), suplai air ini benar-benar kami butuhkan," tutur Mahdiar.
































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495647/original/074499000_1770385031-barba.jpeg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)











:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5469567/original/092858600_1768130667-4.jpg)