Jose Mourinho(AFP)
REAL Madrid mengawali kiprah di Liga Champions dengan kemenangan 2-1 atas Inter Milan di Santiago Bernabeu, Rabu (9/9) dini hari WIB. Duel berlangsung terbuka dan ketat hingga akhir. Pelatih El Real Jose Mourinho menilai pertandingan melawan Inter berjalan di luar kendali kedua tim.
"Itu pertandingan yang gila. Sering kali pertandingan dikritik karena membosankan, tetapi hari ini benar-benar berbeda," kata Mourinho kepada Movistar.
Kylian Mbappe dan Fede Valverde membawa Madrid unggul dua gol pada babak pertama. Dua gol tersebut lahir setelah Inter melakukan kesalahan di lini belakang.
Inter sempat memperkecil ketertinggalan melalui Carlos Augusto pada babak kedua. Namun, tim asuhan Cristian Chivu gagal memanfaatkan sejumlah peluang berikutnya untuk menyamakan kedudukan.
Bagi Mourinho, pertandingan itu memiliki nilai emosional tersendiri. Pelatih asal Portugal tersebut pernah mengantarkan Inter menjuarai Liga Champions pada 2010. Final saat itu berlangsung di Bernabeu.
Kemenangan tersebut juga menjadi respons Madrid setelah mereka menelan kekalahan pertama musim ini dari Real Betis di La Liga pada Jumat lalu.
Menurut Mourinho, skor akhir 2-1 tidak menggambarkan banyaknya peluang yang tercipta. Ia bahkan menilai pertandingan bisa saja menghasilkan jauh lebih banyak gol.
"Pertandingan yang berakhir 2-1 ini sebenarnya bisa saja berakhir 7-6 tanpa ada yang merasa aneh," ujarnya.
Mourinho mengakui Madrid tidak mampu mengontrol pertandingan sepenuhnya. Namun, dia menilai Inter juga mengalami persoalan serupa.
"Jika kami tidak menguasai pertandingan sementara mereka menguasainya, situasinya akan sangat sulit. Namun, jika kami tidak menguasainya dan mereka juga tidak, pertandingan menjadi seperti ini. Courtois membuat banyak penyelamatan, tetapi berapa banyak peluang yang gagal kami manfaatkan? Ini pertandingan yang hebat," kata Mourinho.
Madrid membuka keunggulan pada menit ke-14. Kesalahan Curtis Jones dalam mengirim umpan membuat Yann Bisseck berada dalam tekanan. Brahim Diaz kemudian berhasil merebut bola dan meneruskannya kepada Mbappe yang langsung melepaskan tembakan untuk menjebol gawang Inter.
Inter kembali melakukan kesalahan sebelum Madrid menggandakan keunggulan. Kiper Josep Martinez terlalu lama menguasai bola. Valverde datang menekan, merebut bola, lalu memasukkannya ke gawang.
Inter sebenarnya memiliki kesempatan memperkecil ketertinggalan lebih cepat. Namun, kiper Madrid Thibaut Courtois tampil impresif. Penjaga gawang Belgia itu, yang memainkan laga ke-100 di Liga Champions, berulang kali menggagalkan peluang Inter.
Madrid juga nyaris mencetak gol ketiga sebelum turun minum. Kiper Inter Martinez menebus kesalahannya dengan menggagalkan peluang Jude Bellingham dari jarak dekat setelah sebelumnya menghentikan tembakan Mbappe.
Memasuki babak kedua, pertandingan semakin terbuka. Courtois kembali melakukan penyelamatan penting ketika menggagalkan tembakan Alessandro Bastoni.
Inter akhirnya mendapatkan gol pada menit ke-77. Carlos Augusto menyambar umpan silang Lautaro Martinez dan melepaskan tembakan keras yang tidak mampu dihentikan Courtois.
Gol tersebut membuat Madrid berada dalam tekanan pada sisa pertandingan.
Inter terus mencari gol penyama, tetapi Courtois kembali menjadi penyelamat setelah menepis tembakan Henrikh Mkhitaryan yang berubah arah karena mengenai pemain lain. Courtois mengakui Madrid sempat kehilangan kendali setelah turun minum.
"Babak kedua terlalu gila dan itu menjadi sesuatu yang harus kami perbaiki," ujarnya.
Valverde yang dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan juga mengakui kontribusi besar Courtois dalam kemenangan Madrid.
"Saya pikir dia menyelamatkan kami hari ini. Penampilannya luar biasa. Jadi, penghargaan ini juga pantas menjadi miliknya," kata Valverde.
Di kubu Inter, kapten Lautaro Martinez menyesali kegagalan timnya memaksimalkan peluang. Namun, dia menilai menilai Inter menunjukkan permainan yang layak diapresiasi. Ia mengakui Courtois menjadi salah satu faktor utama yang menggagalkan upaya Inter mencetak gol tambahan.
"Kami tidak mampu memaksimalkan semua peluang yang kami ciptakan. Namun, kami meninggalkan stadion ini dengan kepala tegak karena tampil pada level tinggi menghadapi lawan hebat," ujar Lautaro.
"Courtois merupakan salah satu kiper terbaik di dunia. Namun, kami harus meningkatkan penyelesaian akhir karena seharusnya bisa tampil lebih baik di depan gawang," pungkasnya.
(AFP/P-4)





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293885/original/003140100_1783758261-10-10.jpg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4951307/original/044250400_1727138623-IMG_20240923_215315.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8163337/original/062235700_1781018081-InShot_20260609_221323602.jpg.jpeg)