Misi Mangalyaan India: Bukti Eksplorasi Mars tak Harus Mahal

21 hours ago 5
 Bukti Eksplorasi Mars tak Harus Mahal Ilustrasi Mars.(Dok. Magnific)

INDIA mencatat sejarah besar dalam eksplorasi antariksa melalui Mars Orbiter Mission (MOM) atau Mangalyaan. Misi perdana negara tersebut ke Planet Merah tidak hanya berhasil mencapai orbit dalam sekali percobaan, tetapi juga mematahkan stigma bahwa penjelajahan luar angkasa selalu membutuhkan biaya fantastis.

Keberhasilan ini menjadikan India sebagai negara pertama di dunia yang sukses mencapai Mars pada misi perdananya. Pencapaian tersebut sekaligus mengukuhkan efisiensi teknologi antariksa yang dikembangkan oleh Indian Space Research Organisation (ISRO).

Kronologi dan Tujuan Misi Mangalyaan

Mars Orbiter Mission diluncurkan oleh ISRO pada 5 November 2013 dari Satish Dhawan Space Centre dengan menggunakan roket PSLV-C25. Setelah menempuh perjalanan antariksa selama kurang lebih 300 hari, wahana tersebut berhasil memasuki orbit Mars pada 24 September 2014.

Misi ini dirancang dengan tujuan utama menguji teknologi penerbangan antariksa jarak jauh. Selain itu, Mangalyaan membawa lima instrumen ilmiah untuk mempelajari berbagai aspek Planet Merah, meliputi:

  • Topografi dan permukaan planet.
  • Komposisi atmosfer.
  • Mineralogi.
  • Kandungan metana di Mars.

Pecahkan Rekor Dunia di Percobaan Perdana

Keberhasilan Mangalyaan menjadi pencapaian bersejarah karena belum ada negara lain yang mampu mencapai orbit Mars pada upaya pertama. Sebelumnya, badan antariksa besar seperti NASA (Amerika Serikat), bekas Uni Soviet, dan Badan Antariksa Eropa (ESA) membutuhkan lebih dari satu kali percobaan untuk mencapai kesuksesan serupa.

Prestasi ini juga menempatkan India sebagai negara Asia pertama yang sukses menempatkan wahana di orbit Mars. Keberhasilan tersebut memperkuat posisi ISRO sebagai salah satu pemain kunci dalam industri antariksa global yang patut diperhitungkan.

Misi Murah dengan Hasil Maksimal

Salah satu aspek yang paling mengundang decak kagum dunia adalah efisiensi anggarannya. Mars Orbiter Mission hanya menghabiskan biaya sekitar 450 crore rupee atau setara dengan US$73–74 juta (sekitar Rp1,1 triliun dengan kurs saat itu). Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan anggaran misi Mars milik negara-negara Barat yang bisa mencapai miliaran dolar.

Meski berbiaya hemat, performa wahana ini justru melampaui ekspektasi. Awalnya, Mangalyaan hanya dirancang untuk bertahan selama enam hingga sepuluh bulan di orbit. Namun, wahana ini terbukti tangguh dan mampu beroperasi selama hampir delapan tahun sebelum akhirnya kehilangan komunikasi dengan Bumi pada April 2022. Selama masa operasionalnya, Mangalyaan terus mengirimkan data ilmiah berharga dan citra permukaan Mars yang mendetail.

Fondasi bagi Ambisi Antariksa India

Keberhasilan Mangalyaan membuktikan bahwa ISRO telah menguasai teknologi krusial untuk misi antariksa jauh, mulai dari navigasi presisi, komunikasi ruang angkasa, hingga manuver orbital yang kompleks. Pengalaman ini menjadi fondasi kuat bagi misi-misi ambisius India selanjutnya.

Salah satu dampak nyatanya adalah kesuksesan misi Chandrayaan-3 yang berhasil mendarat di kutub selatan Bulan. Hingga kini, Mars Orbiter Mission tetap dikenang sebagai salah satu misi antariksa paling efisien dalam sejarah dan menjadi simbol kemampuan India dalam mengembangkan teknologi tinggi dengan anggaran yang sangat kompetitif. 

(NASA, The Indian Express, ISRO/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |