Andy Burnham resmi dilantik sebagai PM Inggris ke-7.(Dok. ABC News)
KETUA Partai Buruh Andy Burnham resmi menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris pada Senin (20/7). Burnham menjadi pemimpin ketujuh Inggris dalam satu dekade terakhir, menggantikan Keir Starmer yang mengundurkan diri bulan lalu.
Penunjukan Burnham dilakukan setelah ia memenangkan dukungan mayoritas mutlak dalam bursa pemilihan ketua partai pada Jumat lalu. Pria berusia 56 tahun tersebut mengantongi lebih dari 90 persen suara dari anggota Partai Buruh di parlemen sebagai kandidat tunggal.
Dalam pidato awalnya, Burnham berjanji akan fokus pada perbaikan layanan publik, termasuk pembenahan sistem perairan nasional. Ia juga menekankan pentingnya desentralisasi kekuasaan untuk memperkuat wilayah-wilayah di luar London, sejalan dengan rekam jejak politiknya selama ini.
Tugas berat menanti Burnham di tengah krisis dukungan terhadap Partai Buruh. Ia diharapkan mampu memulihkan stabilitas politik dan mengatasi krisis biaya hidup yang memicu tekanan publik luas dalam beberapa bulan terakhir.
Di kancah internasional, Burnham dipastikan akan mempertahankan komitmen Inggris terhadap NATO. Ia juga menegaskan kelanjutan dukungan penuh bagi Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia yang kini telah memasuki tahun kelima.
Pendahulunya, Keir Starmer (63), memutuskan mundur pada Juni 2026 setelah menjabat selama dua tahun. Meski membawa kemenangan telak bagi Partai Buruh pada Pemilu 2024, posisi Starmer melemah menyusul kekalahan besar partai dalam pemilihan daerah pada Mei 2026.
Burnham sendiri kembali ke panggung politik nasional dengan modal kemenangan signifikan atas partai populis sayap kanan, Reform UK, dalam pemilihan Juni lalu. Keberhasilan tersebut memuluskan jalannya menuju kursi nomor satu di Downing Street. (Ant/Z-10)


















































