Menteri UMKM Apresiasi Upaya Aplikator Tingkatkan Kapasitas Mitra Pengemudi

3 hours ago 2
Menteri UMKM Apresiasi Upaya Aplikator Tingkatkan Kapasitas Mitra Pengemudi Menteri UMKM Maman Abdurrahman berdialog dengan pengemudi ojek daring.(Antara)

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengapresiasi langkah Grab Indonesia memperluas akses pembelajaran, pengembangan keterampilan, dan pendidikan bagi mitra pengemudi serta mitra merchant melalui GrabAcademy. Menurutnya, upaya tersebut dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi para mitra untuk meningkatkan kapasitas dan mengembangkan sumber penghidupan sesuai kemampuan serta aspirasinya.

Maman menilai peningkatan kapasitas mitra pengemudi tidak harus diartikan sebagai keharusan untuk meninggalkan profesi yang selama ini dijalani. Menurutnya, konsep "naik kelas" justru perlu dimaknai sebagai upaya memperluas kemampuan dan pilihan agar setiap mitra dapat berkembang melalui jalur yang sesuai dengan kebutuhannya.

“Semangat ‘naik kelas’ tidak semestinya dimaknai sebagai keharusan untuk meninggalkan profesi yang dijalani, melainkan sebagai upaya memperluas kapasitas dan pilihan agar mereka dapat terus berkembang sesuai aspirasi masing-masing,” ujar Maman.

Ia mengatakan setiap pekerjaan yang dilakukan secara bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga memiliki nilai, termasuk profesi sebagai mitra pengemudi. Karena itu, akses terhadap pembelajaran, perlindungan, dan peluang pengembangan usaha dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan penghidupan para mitra.

Maman menambahkan, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan memiliki peran dalam membuka akses tersebut. Namun, pemanfaatan peluang yang tersedia tetap membutuhkan kemauan, ketekunan, dan upaya dari masing-masing individu.

Apresiasi tersebut disampaikan seiring dengan diperluasnya GrabAcademy sebagai wadah pembelajaran dan pengembangan keterampilan bagi mitra pengemudi dan mitra merchant. Platform tersebut diarahkan untuk membantu mitra meningkatkan kemampuan, memperkuat pengelolaan usaha, serta membuka peluang penghidupan yang lebih beragam. Sepanjang 2025, GrabAcademy telah diakses lebih dari 1,15 juta mitra pengemudi. Dari jumlah tersebut, lebih dari 204.000 mitra tercatat telah menyelesaikan seluruh modul wajib.

Sementara bagi mitra merchant, program tersebut menyediakan kelas daring secara berkala serta pelatihan tatap muka. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan toko, pesanan dan menu, promosi, periklanan, ulasan pelanggan, keuangan, media sosial, hingga pemanfaatan teknologi.

GrabAcademy pertama kali diperkenalkan pada 2018 sebagai pustaka video untuk memberikan pelatihan dasar kepada mitra pengemudi. Kini, platform tersebut dikembangkan menjadi wadah "Mitra Naik Kelas" dengan sejumlah jalur pengembangan, mulai dari Mitra Melaju untuk pengembangan dari GrabBike ke GrabCar, Mitra Pengusaha, Mitra Kreator, Mitra Instruktur, hingga Beasiswa Mitra.

Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan pengembangan GrabAcademy ditujukan untuk memberikan ruang kepada mitra agar dapat meningkatkan kemampuan dan mengeksplorasi peluang baru sesuai kebutuhan masing-masing.

“GrabAcademy hadir untuk memberikan ruang agar setiap Mitra Pengemudi dapat terus bertumbuh dan memperjuangkan harapannya dengan cara yang paling relevan bagi dirinya,” kata Neneng.

Menurut Neneng, proses pengembangan mitra tidak harus membawa seluruh individu ke jalur yang sama. Sebagian mitra dapat terus berkembang sebagai pengemudi, sementara lainnya dapat membangun usaha, menjadi bagian dari ekosistem UMKM, mengembangkan diri sebagai kreator, maupun menjadi instruktur.

Selain pelatihan keterampilan, akses pendidikan tinggi juga menjadi bagian dari pengembangan kapasitas mitra. Melalui Beasiswa Mitra, sebanyak 4.732 mitra dan anak mitra telah memperoleh akses untuk melanjutkan pendidikan tinggi, salah satunya melalui kerja sama dengan Universitas Terbuka yang disalurkan melalui Benihbaik.com.

Sementara melalui GrabScholar, sejak 2022 program tersebut telah menjangkau lebih dari 5.700 penerima manfaat dengan total bantuan pendidikan mencapai Rp25,8 miliar. Penerima manfaat mencakup keluarga mitra pengemudi, mitra merchant, serta masyarakat umum.

Program pendidikan tersebut merupakan bagian dari inisiatif GrabForGood yang telah diperluas ke lima negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Indonesia tercatat menjadi kontributor terbesar dengan hampir 70 persen dari total dampak program di kawasan tersebut.

Rektor Universitas Terbuka Ali Muktiyanto mengatakan kolaborasi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dalam menyediakan akses pendidikan dapat membantu meningkatkan kapasitas individu sekaligus membuka peluang mobilitas sosial.

Menurutnya, sistem pembelajaran yang fleksibel memungkinkan para mitra tetap menjalankan aktivitas pekerjaan sembari menempuh pendidikan tinggi.

“Dengan sistem pembelajaran terbuka, fleksibel, dan berbasis teknologi, para mitra tidak harus memilih antara bekerja dan melanjutkan pendidikan. Mereka dapat menjalankan keduanya secara beriringan,” kata Ali.

Pengembangan GrabAcademy dan jalur pendidikan tersebut menjadi bagian dari rangkaian "Grab Bersinergi: Selamanya Melaju, Selamanya Bersatu" dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Inisiatif tersebut mempertemukan mitra pengemudi, mitra merchant, pengguna, pemerintah, komunitas, dan mitra strategis untuk memperluas akses terhadap pembelajaran serta peluang pertumbuhan dalam ekosistem ekonomi digital.

Dengan berbagai jalur yang tersedia, peningkatan kapasitas mitra tidak hanya diarahkan pada keterampilan kerja, tetapi juga mencakup pendidikan, kewirausahaan, kreativitas, dan pengembangan sumber penghasilan. Hal tersebut sejalan dengan pandangan pemerintah bahwa proses "naik kelas" dapat ditempuh melalui berbagai jalur sesuai kemampuan dan aspirasi masing-masing mitra. (E-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |