Menteri Ferry Jelaskan Gaji Pegawai Koperasi Merah Putih

4 hours ago 1

MENTERI Koperasi Ferry Juliantono menyatakan besaran gaji pegawai Koperasi Merah Putih akan ditentukan berdasarkan kinerja bisnis masing-masing. “Kalau pegawainya diharapkan nanti bisa dari pendapatan usahanya,” kata Ferry, di kompleks DPR, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

Sedangkan untuk gaji manajer, Ferry mengatakan besarannya akan diatur pemerintah. Hingga saat ini Ferry belum menyampaikan besaran gaji manajer koperasi karena masih dalam pembahasan di Kementerian Keuangan. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Senada dengan pernyataan Ferry, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengatakan besaran upah pegawai koperasi akan bergantung pada kinerja usaha dan beban kerja karyawan. 

Meskipun besaran upahnya tidak ditetapkan pemerintah, Farida mengatakan pembayaran gaji karyawan akan menyesuaikan peraturan yang ditetapkan PT Agrinas Pangan Nusantara yang bertanggung jawab atas operasional Koperasi Merah Putih. “Tapi dalam pantauan dan pengawasan Kementerian Koperasi,” tutur Farida. 

Sebelumnya, tersiar kabar kekecewaan pengelola Koperasi Merah Putih di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang hanya menerima gaji Rp 76.000 hingga Rp 1,4 juta. Menurut pemberitaan Blokbojonegoro.com, gaji tersebut jauh dari harapan para pengelola. Mereka juga belum mendapatkan fasilitas perlindungan BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.  

Menanggapi keluhan tersebut, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan besaran gaji tersebut merupakan kesalahan teknis. Ia mengatakan Direktur Utama Agrinas Pangan juga telah mengklarifikasi kesalahan tersebut. 

Direktur Utama Agrinas Pangan Joao Angelo De Sousa Mota sempat menanggapi keluhan pengelola Koperasi Merah Putih soal gaji. 

Dia mengatakan kesejahteraan dan hak para pegawai di 1.061 gerai di Jawa Tengah dan Jawa Timur merupakan prioritas. “Setiap tetes keringat dan dedikasi personel adalah roda penggerak KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih),” kata Joao melalui akun Instagram pribadi @bung.joaomota, pada Kamis, 9 Juli 2026.

Joao menuturkan Agrinas terus mengecek sistem yang sedang berjalan dalam sepekan terakhir. Perusahaan Badan Usaha Milik Negara tersebut juga berkomitmen akan menindaklanjuti terhadap ketidaksesuaian data setelah dilakukan verifikasi. “Sebagian telah diselesaikan dan proses ini masih terus berlanjut,” ujarnya.

Agrinas, kata Joao, terus mengupayakan sistem terbaik demi hasil yang kokoh untuk mengelola gerai yang telah beroperasi. Selain itu, Agrinas menyiapkan gerai yang sudah selesai dibangun agar bisa segera beroperasi.

M. Faiz Zaki berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |