Menjawab Tantangan Industri, ISS Indonesia: Perbankan Perlu Transformasi Workplace yang Adaptif

2 hours ago 4
 Perbankan Perlu Transformasi Workplace yang Adaptif forum Banking Connect 2026 bertajuk “Building Future-Ready Banking Operations: Lean, Smart and Sustainable”.(dok.istimewa)

DI tengah perkembangan regulasi dan percepatan digitalisasi, industri perbankan dituntut untuk menjalankan operasional yang lebih efisien sekaligus menjaga kualitas layanan dan kepatuhan. Kondisi ini mendorong organisasi untuk membangun operasional yang adaptif guna mempertahankan daya saing dan siap menghadapi masa depan. Oleh karena itu, workplace solution merupakan aspek penting dalam operasional yang dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kepatuhan, sekaligus menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi karyawan maupun nasabah.

Menjawab kebutuhan tersebut, ISS Indonesia menggelar Banking Connect 2026 bertajuk “Building Future-Ready Banking Operations: Lean, Smart and Sustainable”. Forum ini mempertemukan regulator, asosiasi pengusaha, dan pelaku industri perbankan untuk berbagi perspektif mengenai perkembangan regulasi ketenagakerjaan, termasuk pengelolaan outsourcing, serta pemanfaatan teknologi dalam membangun operasional yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan.

Banking Connect 2026 menghadirkan narasumber dari berbagai perspektif, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan RI yang diwakili oleh Andi Awaluddin, Ketua Tim Pengembangan Pengupahan, yang juga merupakan Ketua Tim Perancangan UU Ketenagakerjaan, membahas perkembangan regulasi ketenagakerjaan. 

Dari kalangan dunia usaha, Myra M. Hanartani, Ketua Komite Regulasi dan Hubungan Kelembagaan Bidang Ketenagakerjaan APINDO, berbagi perspektif mengenai antisipasi dunia usaha menghadapi dinamika regulasi. Sementara itu, Norwin Zebua, Vice President Outsourcing Management PT Bank Central Asia Tbk, membagikan pengalaman dalam mengelola outsourcing dan kepatuhan operasional di sektor perbankan. Forum ini dihadiri oleh lebih dari 40 praktisi perbankan dari berbagai institusi terkemuka di Indonesia.
 
Dari perspektif dunia usaha, Myra M. Hanartani menyoroti berbagai tantangan yang saat ini dihadapi pelaku usaha dalam menjaga keberlangsungan dan daya saing bisnis di tengah perubahan yang berlangsung cepat. "Dunia usaha saat ini menghadapi tantangan berupa kenaikan biaya operasional, dinamika regulasi, dan kesiapan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri. Untuk menghadapi kondisi tersebut, perusahaan perlu menerapkan lima langkah utama, yaitu comply, prepare, streamline, productive, dan adapt agar tetap kompetitif dan berkelanjutan di tengah perubahan bisnis dan teknologi yang terus berkembang," ujar Myra M Hanartani.

Sementara itu, Andi Awaludin menegaskan bahwa pengembangan regulasi ketenagakerjaan perlu menjaga keseimbangan antara perlindungan pekerja dan keberlangsungan dunia usaha. "Pembangunan ketenagakerjaan berlandaskan pada prinsip keseimbangan, yaitu melindungi hak pekerja atas penghidupan yang layak sekaligus mendukung iklim investasi dan keberlangsungan dunia usaha. Ke depan, regulasi ketenagakerjaan tidak hanya adaptif terhadap dinamika pasar kerja, tetapi juga visioner dalam mengantisipasi berbagai perubahan, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan gig economy," ujar Andi Awaludin.

Sebagai penyedia Integrated Facility Management (IFM), ISS Indonesia melihat bahwa perkembangan regulasi, teknologi dan tuntutan efisiensi dapat didukung dengan transformasi workplace solution yang lebih terukur dan berorientasi pada hasil (output-based). Terutama di perbankan yang menerapkan kerja hybrid, diperlukan pendekatan yang mampu mengintegrasikan sumber daya manusia, proses, dan teknologi untuk mendukung operasional yang lebih adaptif dan efisien. 

Workplace solution yang tepat juga dapat membantu meminimalisir risiko operasional dan meningkatkan kepatuhan perbankan yang merupakan industri dengan tingkat regulasi tinggi (highly regulated industry). Selain itu, workplace solution yang berkualitas juga mampu menghadirkan service moments yang berkesan bagi karyawan dan nasabah perbankan. Pengalaman yang positif dan konsistensi layanan juga berkontribusi pada peningkatan engagement serta daya saing perusahaan dalam menarik dan mempertahankan talenta terbaik.

"Perbankan membutuhkan transformasi workplace solution yang mampu mengintegrasikan manusia, proses, dan teknologi. Melalui layanan Integrated Facility Management (IFM) yang berorientasi kepada hasil, ISS Indonesia membantu perbankan melakukan transformasi workplace untuk meningkatkan efisiensi operasional, mendukung kepatuhan terhadap regulasi, serta memperkuat engagement dengan karyawan dan nasabah," ujar Muhammad Sofyan.

Forum ini juga menyoroti bagaimana pemanfaatan teknologi dapat mendukung transformasi workplace perbankan. Digital operations dan smart building memungkinkan perbankan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, mengoptimalkan pengelolaan energi dan fasilitas, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dan lebih cepat berbasis data secara real-time. Melalui Banking Connect 2026, ISS Indonesia berharap dapat memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan sekaligus mendorong percepatan transformasi workplace untuk sektor perbankan. (Cah/P-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |