Kopi susu premium seharga Rp60 ribuan tampil dengan aroma ceri yang tajam serta es batu bulat yang awet hingga 2 jam.(Dok Istimewa)
Kamu familiar dengan segelas dirty latte yang bikin antrean mengular di kedai-kedai Makmur Jaya Coffee Roasters di Bandung? Kopi yang didinginkan langsung beserta gelasnya ini sekarang jadi favorit warga Bandung serta tentunya para pelancong yang rela mengantre di kedainya, di Jalan Lengkong atau Soka. Kopi yang harus disesap, bukan diteguk itu sukses membuat Makmur Jaya Coffee Roasters menjadi salah satu destinasi paling diburu di Kota Kembang.
Ada pula kisah tentang Second Floor Coffee yang besar pertama kali di Bali dan kini buka di mal Grand Indonesia Jakarta. Baru-baru ini, Second Floor Coffee meluncurkan varian kopi Jegég yang menyertakan buah ceri Amarena asal Italia. Dibanderol sekitar Rp60 ribuan, kopi susu dengan aroma ceri yang tajam itu juga ditambahkan es batu bulat yang bisa awet hingga 2 jam.
Kisah tentang Makmur Jaya yang sempat menghebohkan jagat perkopian akan dibagikan pendirinya, Derry Kustiadihardjo. Begitu pula konsistensi pada rasa dan tampilan kopi premium akan diceritakan sang pendiri Second Floor Coffee, Adi Suhendra, dalam rangkaian Toffin Masterclass 4.0, kelas edukasi bisnis makanan dan minuman, pada 22 September 2026 di Semarang, 30 September di Bali, 5 Oktober di Surabaya, dan 8 Oktober di Bogor. Akan ada pula pendiri Bodas Bistro & Bar, restoran bergaya Prancis di Jalan Asia Afrika, Bandung, Ronny Gunawan, serta CEO Fudgybro, kedai brownies, es krim, dan kue, Rayendra Abiyasa.
Kelas ini akan berisi diskusi tentang pengelolaan bisnis, teknik mengelola makanan dan minuman yang menjadi andalan, hingga penataan meja sajian. “Esensi belajar di industri makanan dan minuman memang menyertakan aktivitas melihat, merasakan, dan berdiskusi langsung dengan praktisi, sehingga yang dibawa adalah pengalaman dan relasi yang bisa diterapkan dalam bisnisnya sendiri,” ujar VP Marketing Toffin Indonesia Ario Fajar.
Pada sesi pembelajaran yang menyasar para pelaku bisnis makanan dan minuman sebagai peserta ini, akan dibagikan update industri, tren pasar, dan strategi yang diterapkan masing-masing jenama. “Bukan teori, melainkan kisah nyata, strategi, dan sudut pandang yang bisa langsung diterapkan,” lanjut Ario.
Selain itu, akan dipraktikkan pula tata kelola bar hingga sajiannya, termasuk kopi karya para barista juara, antara lain Dawn Chan yang meraih peringkat lima World Barista Championship, Hong Kong Barista Champion, serta mendirikan Wanwan Coffee Roaster. Hadir pula pemenang CTI Latte Art Battle Asia Champion 2016 serta juri ILAC National Latte Art 2025, Viki Rahardja. Selain itu, akan tampil pula pemenang keempat Indonesia Barista Championship 2025 serta Brand Ambassador Officine Allegra & Eureka Indonesia, Kelvin Deviro.(X-6)





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293885/original/003140100_1783758261-10-10.jpg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4951307/original/044250400_1727138623-IMG_20240923_215315.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8163337/original/062235700_1781018081-InShot_20260609_221323602.jpg.jpeg)