Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Protes Pembatalan Diskusi di Unnes

3 hours ago 1

KETUA Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta periode 2025-2026 Tiyo Ardianto memprotes pembatalan diskusi di Universitas Negeri atau Unnes Semarang.

Pilihan Editor: Bahkan Prabowo Menyiapkan Jalan Teddy Sampai Jadi Jenderal

Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unnes semula menjadwalkan Tiyo untuk berbicara tentang kebebasan berekspresi di kampus tersebut pada Sabtu, 23 Mei 2026. Namun, dua hari sebelum diskusi berlangsung, kampus Unnes batal mengundang Tiyo. “Saya dicekal birokrat kampus. Alasannya karena sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketua BEM UGM. Sebuah alasan yang tidak masuk akal,” kata Tiyo pada Senin, 25 Me 2026.

Tiyo selesai bertugas sebagai Ketua BEM UGM pada Maret 2026. Selama menjadi Ketua BEM UGM, Tiyo kerap mengkritik proyek makan bergizi gratis di sejumlah forum. Tiyo bahkan pernah mendapatkan berbagai ancaman ketika memprotes proyek andalan Presiden Prabowo Subianto itu. 

Pembatalan itu, kata dia, bagian dari pembungkaman. Alasan pembatalan karena bukan lagi Ketua BEM UGM tidak masuk akal. Menurut dia, kampus semestinya dijiwai pikiran merdeka. "Jika terjadi pembungkaman hak manusia untuk bicara, maka kampus selayaknya menjadi yang terdepan membela," ujarnya.

Tiyo mengapresiasi panitia karena berniat menghidupkan ruang bagi gagasan di kampus yang melanggengkan kultur feodal. Dia mengatakan pembungkaman dalam bentuk apapun tidak akan pernah mampu membunuh gagasan. “Sejarah membuktikan bahwa tekanan adalah energi paling manjur bagi perlawanan,” ujar Tiyo.

Protes Tiyo mendapat dukungan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Unnes. Ketua BEM Unnes Septia Linasari mengatakan BEM Unnes bersama Aliansi Mahasiswa Unnes mengecam pembungkaman feodalisme yang terjadi di Unnes. Septia mengatakan pembatalan diskusi yang semula menghadirkan Tiyo mencederai nilai demokrasi, kebebasan akademik, dan hak asasi manusia untuk menyampaikan pendapat dan memperjuangkan keadilan tanpa tekanan maupun intimidasi. “Menuntut terciptanya ruang akademik yang demokratis, kritis, dan bebas dari tekanan kekuasaan birokrasi,” katanya.

Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unnes Fadly Husain membantah kampusnya melarang Tiyo berbicara di Unnes karena Tiyo sudah tidak menjabat sebagai Ketua BEM UGM. Fadly menyebutkan Fisipol Unnes meminta panitia dari Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi mengganti pembicara karena tak cocok dengan tema. Fadly menyebutkan tema yang tertulis dalam proposal yang menghadirkan Tiyo adalah Kebebasan Pers. “Tidak ada niat untuk menghalangi,” katanya.

Menurut Fadly, tahun lalu, Unnes pernah mengundang Tiyo berbicara di kampusnya ihwal kepemimpinan anak muda. Dia membantah tudingan bahwa Unnes membatasi kebebasan orang berbicara.  

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |