Studi: Mikroplastik Paling Mengancam Ikan Saat Musim Kawin

3 hours ago 1

POLUSI mikroplastik di laut ternyata menjadi ancaman yang lebih besar bagi ikan saat musim pemijahan. Penelitian terbaru menunjukkan periode reproduksi membuat ikan lebih rentan terpapar mikroplastik dan berbagai polutan lain yang dapat mengganggu kelangsungan populasinya.

Sebuah studi yang dipimpin peneliti dari Nankai University dan Fujian Ocean Innovation Center menemukan bahwa musim pemijahan ikan kerap bertepatan dengan lokasi-lokasi yang memiliki tingkat pencemaran mikroplastik tinggi. Kondisi tersebut membuat dampak pencemaran menjadi lebih serius dibandingkan jika hanya dilihat berdasarkan rata-rata tingkat polusi sepanjang tahun.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Para peneliti menelaah bagaimana mikroplastik, waktu pemijahan, polutan kimia, peningkatan suhu air, dan rendahnya kadar oksigen saling berinteraksi dan memengaruhi populasi ikan laut di seluruh dunia,” demikian bunyi laporan Earth, 21 Juli 2026.

Dalam penelitian itu, tim ilmuwan mengumpulkan 6.327 data pengukuran mikroplastik di air laut, 3.959 sampel kandungan mikroplastik pada ikan, 528 data hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH), serta 1.891 data perfluorooktana sulfonat (PFOS). Seluruh data tersebut dipadukan dengan informasi reproduksi 992 spesies ikan laut yang tersebar di 65 ekosistem laut besar untuk mengidentifikasi wilayah dengan tingkat paparan mikroplastik tertinggi saat musim pemijahan.

Hasil analisis menunjukkan sekitar 7,8 persen kawasan pemijahan penting di dunia telah melampaui ambang batas ekologis yang dinilai aman. Di Laut Baltik dan Teluk Thailand, rata-rata konsentrasi mikroplastik di kawasan pemijahan bahkan tercatat lebih dari 7,8 kali lipat dibandingkan rata-rata global.

Penelitian itu juga menemukan ikan yang sedang bereproduksi membawa kandungan mikroplastik lebih tinggi dibandingkan ikan dari spesies yang sama yang tidak sedang memijah. Selain itu, hampir separuh ekosistem laut yang dianalisis menunjukkan perpindahan mikroplastik ke tubuh ikan berlangsung lebih efisien selama masa reproduksi.

Menurut para peneliti, penilaian risiko pencemaran sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan besarnya konsentrasi mikroplastik, tetapi juga waktu paparan. Sebab, pada musim pemijahan ikan berkumpul di habitat yang sama ketika mikroplastik, polutan kimia, suhu air yang lebih tinggi, dan kadar oksigen rendah saling memperparah dampaknya.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Science and Ecotechnology itu juga menunjukkan spesies ikan yang berstatus sangat terancam punah menghadapi risiko gabungan akibat mikroplastik dan polutan lain jauh lebih tinggi dibandingkan spesies yang berstatus paling tidak mengkhawatirkan. Karena itu, peneliti menilai perlindungan habitat dan pengelolaan laut perlu mempertimbangkan periode reproduksi agar upaya konservasi menjadi lebih efektif.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |