Ilustrasi(Dok Instagram/Sabah FK)
MANCHESTER United mengawali Liga Champions 2026/2027 menjamu klub debutan asal Azerbaijan, Sabah FK, di Old Trafford, Jumat (11/9) dini hari pukul 02.00 WIB. Laga ini memiliki arti khusus bagi Setan Merah karena menjadi penampilan ke-300 mereka di kompetisi antarklub elite Eropa tersebut.
Manchester United tercatat sebagai klub Inggris pertama yang mencapai 300 pertandingan di Piala/Liga Champions. Namun, catatan itu tidak serta-merta membuat tuan rumah bisa memandang sebelah mata Sabah.
Justru, performa Setan Merah dalam beberapa laga terakhir menjadi peringatan karena perjalanan United di kompetisi domestik musim ini belum sepenuhnya meyakinkan dengan hanya satu kemenangan dari tiga laga.
Pada akhir pekan lalu, United harus menerima hasil pahit setelah keunggulan mereka atas Everton sirna akibat gol penyama kedudukan Ainsley Maitland-Niles pada menit-menit akhir. Hasil itu menjadi gambaran bahwa United masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah.
Catatan tersebut membuat kemenangan pada laga pembuka menjadi penting bagi tim asuhan Michael Carrick. Karena itu, Carrick diperkirakan menurunkan susunan pemain utama meski MU juga sudah ditunggu laga derby melawan Manchester City pada beberapa hari setelahnya. MU memiliki waktu persiapan yang relatif lebih singkat dibandingkan sang rival sekota yang memainkan pertandingan Liga Champions lebih dahulu.
"Kami melihat banyak hal positif yang bisa dibawa ke pertandingan berikutnya. Ada hal-hal bagus dari laga melawan Hull, Ipswich, dan pertandingan melawan Everton. Namun, masih ada aspek yang harus kami perbaiki. Prosesnya terus berjalan dan kami akan bersiap menghadapi pertandingan Kamis," kata Carrick seperti dikutip laman klub.
Sementara itu, Sabah bukan klub dengan sejarah panjang di sepak bola Eropa. Klub asal Baku itu bahkan baru berdiri sembilan tahun lalu. Kini, mereka justru mencatat sejarah sebagai klub termuda yang tampil di fase liga Liga Champions.
Perjalanan menuju level tersebut tidak berlangsung singkat. Sabah baru meraih trofi pertamanya pada 2025 ketika menjuarai Piala Azerbaijan. Setelah itu, kedatangan pelatih asal Lithuania, Valdas Dambrauskas, mengubah arah perjalanan klub.
Pada musim pertamanya menangani Sabah, Dambrauskas membawa klub tersebut merebut gelar liga sekaligus kembali menjuarai Piala Azerbaijan. Sabah juga mencatat rekor 33 pertandingan tanpa kekalahan dalam perjalanan mereka.
Konsistensi itu membawa Sabah ke babak kualifikasi Liga Champions. Mereka harus melewati empat putaran sebelum memastikan tempat di fase liga.
Kisah Dambrauskas sendiri tidak kalah menarik. Dia tidak pernah bermain sepak bola pada level profesional maupun semiprofesional. Ketertarikannya terhadap dunia kepelatihan muncul setelah menyaksikan Piala Dunia 1990.
Pada usia 25 tahun, tepatnya pada 2002, Dambrauskas memenangi hadiah sekitar 1.000 poundsterling dari sebuah acara kuis di Lithuania. Uang tersebut kemudian digunakannya untuk membiayai pendidikan kepelatihan di Inggris. Dia mengawali karier sebagai pelatih sukarela di sepak bola usia muda sebelum melanjutkan perjalanan profesionalnya di berbagai negara.
Dambrauskas kemudian bekerja di Lithuania, Latvia, Bulgaria, Yunani, Siprus, dan Hungaria sebelum akhirnya menangani Sabah. Kini, ia kembali ke Inggris untuk memimpin klubnya bertanding di Old Trafford dalam pertandingan Liga Champions.
Menariknya, Dambrauskas memiliki hubungan dengan Manchester United. Sekitar dua dekade lalu, ia pernah bekerja sebagai pelatih akademi klub tersebut.
Bukan hanya sang pelatih yang memiliki koneksi dengan United. CEO Sabah, Ramin Hasanov, juga pernah terlibat dalam program Manchester United Soccer Schools (MUSS) di Baku pada 2014 hingga 2018.
"Saya menjalani perjalanan yang menyenangkan, tetapi saya ingin perjalanan ini terus berlanjut. Saya berharap musim ini menjadi sebuah tonggak penting dan masih banyak hal yang bisa kami capai bersama klub pada masa depan. Kami akan terus bekerja, belajar, dan bermimpi," ucap Dambrauskas kepada UEFA.com.
Bagi Sabah, duel di Old Trafford merupakan panggung terbesar dalam sejarah singkat mereka. Sementara bagi Manchester United, pertandingan ini menjadi ujian awal untuk membuktikan mereka kembali siap bersaing di Liga Champions.
MU jelas lebih diunggulkan. Namun, melihat catatan mereka di Eropa dan keberhasilan Sabah melewati empat putaran kualifikasi, tuan rumah tetap tidak boleh lengah. (E-4)





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293885/original/003140100_1783758261-10-10.jpg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4951307/original/044250400_1727138623-IMG_20240923_215315.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8163337/original/062235700_1781018081-InShot_20260609_221323602.jpg.jpeg)