Kronologi Bentrokan di Menteng yang Menewaskan Satu Orang

5 hours ago 2
Kronologi Bentrokan di Menteng yang Menewaskan Satu Orang Tangkapan layar bentrokan yang terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026).(ANTARA/Instagram @balewartawanjakpus10. )

BENTROKAN antarkelompok terjadi di kawasan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7) pagi. Dalam video yang beredar di media sosial, sejumlah orang terlihat saling melempar batu. Beberapa di antaranya juga membawa kayu dan bambu saat bentrokan berlangsung.

Berikut fakta-fakta yang dihimpun terkait insiden tersebut:

1. Dipicu Cekcok di Warung Nasi Uduk

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menyampaikan bahwa pihak kepolisian menerima laporan keributan massa di kawasan permukiman tersebut pada Minggu pagi.

"Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Menteng menerima laporan tadi pagi sekitar pukul 10.00 terkait perkelahian atau keributan yang terjadi antara dua kelompok warga di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan," kata Roby dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, bentrokan tersebut diduga kuat dipicu oleh perselisihan sepele di sebuah tempat penjualan sarapan.

Kejadian bermula ketika salah satu kelompok mendatangi warung untuk membeli makanan. Namun, akibat merasa tidak terlayani dengan baik, percekcokan pun terjadi.

Kelompok tersebut kemudian meninggalkan lokasi sambil menggeber sepeda motor mereka. Tak lama berselang, mereka kembali membawa sejumlah rekan dan merusak gerobak penjual nasi uduk di tempat tersebut.

"Dari kejadian perusakan tempat penjualan itu, dibalas oleh warga sekitar menyerang tempat dari kelompok tersebut, sehingga terjadilah keributan," ujarnya.

Petugas kepolisian sempat berupaya melerai dan menghentikan aksi massa. Namun, banyaknya orang yang terlibat membuat bentrokan tak terhindarkan hingga menimbulkan korban.

3. Satu Meninggal Dunia

Dua korban yang mengalami luka parah langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Namun, satu di antaranya dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

"Informasi terbaru dari dua orang yang diamankan dari TKP masih dalam kondisi kritis saat dibawa, namun ketika di rumah sakit ada satu yang sudah meninggal," katanya.

4. Delapan Orang Ditangkap Polisi

Selain mengevakuasi korban, polisi bergerak cepat mengamankan delapan orang dari lokasi kejadian untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Di saat yang sama, penyidik terus mendalami identitas para pihak yang terlibat beserta status keberadaan mereka di lingkungan tersebut.

"Yang kita tahu mereka tinggal di sini, menempati lokasi itu. Namun untuk legalitas ataupun status mereka di tempat ini masih dalam proses pendalaman," kata Roby.

5. Ditemukan Puing Kendaraan Terbakar 

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa puing bangunan, kendaraan yang terbakar, jejak darah, serta batu yang berlumuran darah. Meski begitu, polisi memastikan belum menemukan adanya senjata tajam di TKP.

"Untuk saat ini kita belum menemukan ada senjata tajam yang digunakan atau yang kita temukan di lokasi," ujarnya.

Informasi awal menunjukkan bahwa kelompok luar tersebut belum lama menempati kawasan Pegangsaan, tetapi diduga telah beberapa kali terlibat insiden serupa. Polisi menegaskan akan mengusut tuntas kasus ini.

"Kami masih mendalami. Mohon waktu, semoga secepatnya kami bisa menangani kasus ini sesuai mekanisme dan prosedur," kata Roby.

(Ant/P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |