KIA Indonesia Pastikan Mesin Diesel Mereka Aman Konsumsi BBM B50

21 hours ago 4
KIA Indonesia Pastikan Mesin Diesel Mereka Aman Konsumsi BBM B50 Logo KIA.(Dok. Antara)

PT Kia Sales Indonesia (KSI) menyatakan kesiapan lini kendaraan bermesin diesel mereka untuk mengonsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biodiesel B50. Meski demikian, pabrikan asal Korea Selatan ini masih menunggu kepastian regulasi serta spesifikasi teknis bahan bakar yang akan diterapkan secara nasional oleh pemerintah.

VP Operations KSI, Harry Yanto, mengungkapkan bahwa pemerintah telah melakukan serangkaian pengujian komprehensif sebelum meluncurkan kebijakan B50. Pengujian tersebut melibatkan berbagai model kendaraan dengan jarak tempuh mencapai 50.000 kilometer.

“Pengujian dilakukan secara komprehensif, termasuk uji performa pada suhu rendah sekitar 5 derajat Celsius untuk memastikan karakteristik bahan bakar tetap stabil dan tidak mengalami pembekuan,” ujar Harry di sela kegiatan media drive All-New Seltos di Bogor, Sabtu (18/7/2026).

Memahami Komposisi B50: Peran Vital HVO

Harry menjelaskan adanya miskonsepsi di masyarakat mengenai komposisi Biodiesel B50. Berbeda dengan anggapan umum bahwa B50 terdiri dari 50 persen biodiesel minyak sawit (FAME), formula terbaru justru merupakan perpaduan yang lebih kompleks.

B50 terdiri dari campuran 35 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbasis kelapa sawit, 15 persen Hydrotreated Vegetable Oil (HVO), dan sisanya merupakan solar fosil. Kehadiran HVO menjadi faktor kunci yang menjaga kualitas bahan bakar.

“Bedanya antara B40, B30 dengan B50 ini, dia tidak menggunakan 50 persen dari palm oil. HVO ini memang harganya sedikit lebih mahal, tapi bagus untuk campuran solar sehingga tidak menyebabkan korosi yang parah di saluran bahan bakar,” jelas Harry. HVO diklaim mampu menjaga performa sistem injeksi pada mesin diesel modern meskipun biaya produksinya lebih tinggi dibandingkan FAME.

Tantangan Standar Euro 4

Walaupun secara teori siap, KIA tetap menekankan pentingnya kesesuaian bahan bakar dengan standar emisi Euro 4. Mesin diesel common rail bertekanan tinggi yang digunakan KIA saat ini sangat sensitif terhadap kandungan sulfur.

Saat ini, satu-satunya model diesel yang dipasarkan KSI di Indonesia adalah Kia Carnival Diesel yang sudah berstandar Euro 4. Model lain seperti Seltos Diesel, Sorento Diesel, dan Sportage Diesel sudah tidak lagi dipasarkan.

KIA tetap merekomendasikan penggunaan bahan bakar setara Pertamina Dex yang memiliki kandungan sulfur di bawah 50 ppm. Hal ini dikarenakan sistem injeksi dan filter pada mesin Euro 4 jauh lebih sensitif dibandingkan mesin diesel generasi lama.

Di sisi lain, distribusi bahan bakar rendah sulfur di Indonesia masih menjadi tantangan. Berdasarkan data Gaikindo, ketersediaan solar berstandar Euro 4 secara merata di seluruh wilayah nasional diperkirakan baru akan tercapai pada akhir tahun 2027. (Ant/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |