Kemdiktisaintek Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Kapasitas Riset dan Kolaborasi

23 hours ago 2
Kemdiktisaintek Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Kapasitas Riset dan Kolaborasi Ilustrasi(Dok Istimewa)

DIREKTORAT Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengajak perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan berbagai program riset dan pengembangan yang telah disiapkan pemerintah. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas riset, memperluas kolaborasi, serta mendorong lahirnya inovasi yang berdampak bagi pembangunan nasional.

Ajakan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, saat menghadiri Diskusi Ekosistem Riset dan Pengembangan bersama perguruan tinggi negeri dan swasta di Gedung Technopreneur, Politeknik Negeri Batam, Jumat (17/7).

Dalam kesempatan itu, Fauzan menjelaskan bahwa penguatan ekosistem riset nasional dilakukan melalui dua strategi utama. Selain meningkatkan kapasitas riset di perguruan tinggi yang masih berkembang, pemerintah juga terus memperkuat riset-riset strategis yang diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan nasional.

"Kita ingin meningkatkan rata-rata kapasitas riset nasional. Karena itu, kesempatan tidak hanya diberikan kepada perguruan tinggi yang selama ini sudah kuat, tetapi juga kepada perguruan tinggi dan dosen yang baru mulai membangun budaya riset," kata Fauzan.

Menurut Fauzan, pemerintah terus memperluas dukungan pendanaan riset melalui berbagai skema, baik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun hasil sinergi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Sejumlah program yang saat ini dibuka antara lain Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa), Program Hilirisasi Riset Sinergi Batch II dan Dorongan Teknologi, Program Hackathon Deeptech, serta Program Riset Kemitraan Internasional.

Selain dukungan pendanaan, Ditjen Risbang juga mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat kemitraan dengan dunia industri, pemerintah daerah, dan berbagai mitra internasional.

"Kolaborasi tersebut penting untuk mempercepat hilirisasi hasil penelitian sehingga dapat dimanfaatkan secara lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing perguruan tinggi Indonesia," ujarnya.

Forum diskusi di Batam juga menjadi wadah bagi perguruan tinggi untuk menyampaikan berbagai masukan terkait pengembangan ekosistem riset. Beragam isu yang dibahas meliputi peluang pendanaan, kerja sama internasional, penguatan pendidikan vokasi, mekanisme seleksi proposal penelitian, hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam penyelenggaraan program riset.

Masukan dari peserta, lanjut Ditjen Risbang, akan menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan kebijakan maupun layanan yang diberikan kepada perguruan tinggi.

Melalui berbagai program tersebut, Ditjen Risbang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat komunikasi dengan perguruan tinggi serta memperluas partisipasi mereka dalam ekosistem riset nasional.

Semakin banyak kampus diharapkan dapat memanfaatkan berbagai skema yang tersedia untuk menghasilkan riset yang berdampak, memperkuat kolaborasi, dan berkontribusi dalam menjawab tantangan pembangunan di Indonesia. (H-2)
 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |