Israel Didesak Jalankan Peta Jalan Perdamaian Gaza-Palestina

1 day ago 1
Israel Didesak Jalankan Peta Jalan Perdamaian Gaza-Palestina Ilustrasi: Situasi di Jalur Gaza.(Dok. Anadolu Agency)

PERWAKILAN Tinggi Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) untuk Gaza, Nickolay Mladenov, menegaskan bahwa Israel harus segera melaksanakan komitmennya berdasarkan peta jalan perdamaian guna memastikan keberlanjutan proses politik di wilayah kantong tersebut. Pernyataan ini disampaikan Mladenov dalam Forum Hili ketiga di Abu Dhabi, Senin (7/9).

Mladenov mengungkapkan bahwa meski terdapat kemajuan dibandingkan tahun lalu, situasi saat ini masih jauh dari memadai untuk mencapai solusi politik yang permanen. Ia menekankan pentingnya implementasi kesepakatan yang telah disetujui untuk mengubah taraf hidup masyarakat Gaza secara signifikan.

"Kita masih berada pada titik di mana kita perlu memastikan bahwa apa yang telah disepakati akan dilaksanakan. Sayangnya, kita belum sampai di tahap itu," ujar Mladenov sebagaimana dilaporkan Anadolu.

Tiga Opsi Masa Depan Gaza

Dalam paparannya, Mladenov menguraikan tiga skenario yang mungkin terjadi di Gaza:

  1. Mempertahankan status quo atau situasi saat ini.
  2. Perluasan operasi militer Israel dan pendudukan kembali wilayah Gaza.
  3. Pelaksanaan peta jalan Dewan Perdamaian (BoP).

Mladenov menyebut opsi ketiga sebagai pilihan paling "masuk akal". Peta jalan ini menuntut pelucutan senjata Hamas melalui kesepakatan, penarikan pasukan Israel secara bertahap, serta dimulainya rekonstruksi dengan dukungan internasional dan regional.

Komponen Peta Jalan (31 Juli) Detail Pelaksanaan
Keamanan Pelucutan senjata Hamas dan pengerahan pasukan stabilisasi internasional.
Militer Penarikan pasukan Israel secara bertahap dari wilayah Gaza.
Tata Kelola Pengalihan administrasi kepada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (Teknokrat).
Pembangunan Rekonstruksi institusi dan layanan publik dengan dukungan global.

Urgensi Sebelum Musim Dingin

Mladenov memperingatkan bahwa kegagalan memajukan peta jalan ini akan membuat solusi dua negara menjadi "praktis mustahil". Ia juga menyoroti kondisi kemanusiaan yang mengerikan, di mana penduduk Gaza tidak mungkin bertahan jika harus menghadapi musim dingin lagi dalam situasi konflik saat ini.

Terkait dinamika politik di Israel menjelang pemilihan umum Oktober, Mladenov mengakui adanya potensi manuver politik jangka pendek. Namun, ia meyakini bahwa pada dasarnya rakyat Israel ingin mengakhiri tragedi yang telah menyebabkan penderitaan emosional dan kemanusiaan yang luar biasa bagi kedua belah pihak.

"Baik warga Palestina maupun Israel tidak akan pergi ke mana-mana. Satu-satunya cara adalah melalui pemerintahan transisi, pelucutan senjata, dan penarikan pasukan," pungkasnya. (Anadolu/Ant/I-1)

Sekilas Dewan Perdamaian (BoP):

Dibentuk pada Januari sebagai bagian dari rencana Gaza Presiden AS Donald Trump. Lembaga ini didukung Resolusi DK PBB 2803 dan bertugas mengawasi transisi, keamanan, serta rekonstruksi Gaza di bawah kepemimpinan Trump sebagai ketua.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |