Ilustrasi(MI/HO)
KEBUTUHAN masyarakat dalam mengirimkan berbagai jenis barang, mulai dari perlengkapan rumah tangga, produk UMKM, hingga barang pecah belah, terus meningkat. Di tengah tren ini, proses pengemasan atau packing menjadi faktor krusial dalam menjaga keamanan barang hingga sampai ke tangan penerima.
Kerusakan barang selama distribusi masih menjadi kekhawatiran utama, terutama untuk komoditas rentan seperti peralatan makan, keramik, kaca, hingga perangkat elektronik. Selain faktor penanganan di perjalanan, kualitas pengemasan dari pihak pengirim memegang peranan penting dalam memitigasi risiko benturan.
Muhammad Danu Permadi, Network Training Supervisor J&T Cargo Indonesia, menjelaskan bahwa banyak risiko kerusakan yang sebenarnya dapat dihindari sejak tahap awal.
"Penting bagi pengirim untuk menyesuaikan metode packing dengan karakteristik barang agar perlindungan yang diberikan lebih optimal," ujarnya.
7 Langkah Packing Aman untuk Barang Pecah Belah
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi pengiriman yang aman, J&T Cargo merangkum tujuh langkah praktis yang dapat diterapkan oleh masyarakat:
| 1. Bubble Wrap | Membungkus seluruh permukaan barang secara menyeluruh, terutama bagian sudut. |
| 2. Pemilihan Kardus | Gunakan kardus kokoh yang ukurannya proporsional dengan dimensi barang. |
| 3. Pengisian Ruang | Isi celah kosong dengan foam, kertas, atau bubble wrap agar posisi barang stabil. |
| 4. Proteksi Ekstra | Beri lapisan tambahan pada bagian rentan seperti pegangan atau permukaan kaca. |
| 5. Perekat Kuat | Pastikan seluruh sisi kardus tertutup rapat menggunakan lakban yang kuat. |
| 6. Metode Double Box | Gunakan dua lapis kardus untuk barang bernilai tinggi atau sangat rapuh. |
| 7. Label Fragile | Tempelkan stiker peringatan agar petugas memberikan penanganan hati-hati. |
Selain teknik pengemasan, pemilihan material pelindung yang berkualitas juga tidak boleh diabaikan. Pengirim disarankan untuk selalu memastikan kardus dalam kondisi layak pakai dan menggunakan material pengisi yang sesuai dengan bobot serta jenis barang.
Melalui edukasi ini, J&T Cargo berharap kesadaran masyarakat terhadap kualitas kemasan semakin meningkat. Dengan persiapan yang matang sebelum barang diserahkan ke pihak logistik, pengalaman pengiriman akan menjadi lebih optimal bagi pengirim maupun penerima barang. (Z-1)

















































