Harga Minyak Dunia Terus Melonjak akibat Ketegangan AS-Iran

1 day ago 1
Harga Minyak Dunia Terus Melonjak akibat Ketegangan AS-Iran Perang Iran bebani warga AS tambahan biaya energi 100 miliar dolar AS.(ANTARA/Xinhua.)

HARGA minyak mentah dunia mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan Selasa (8/9). Lonjakan ini dipicu oleh kembali memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang menimbulkan kekhawatiran serius atas potensi gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, salah satu jalur maritim paling krusial di dunia.

Berdasarkan data perdagangan pukul 06.30 GMT, harga minyak mentah Brent berjangka melesat 1,4 persen ke level 98,5 dolar AS per barel, atau setara dengan Rp1,74 juta. Angka ini menandai level tertinggi dalam enam pekan terakhir. Tren serupa terjadi pada minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka yang juga naik 1,4 persen menjadi 94 dolar AS (sekitar Rp1,66 juta) per barel.

Jenis Minyak Harga (USD) Estimasi (Rupiah) Kenaikan
Brent Berjangka 98,5 / barel Rp1,74 Juta 1,4%
WTI Berjangka 94,0 / barel Rp1,66 Juta 1,4%

Kenaikan harga ini dipicu oleh serangkaian insiden militer di kawasan Teluk. Kelompok Houthi di Yaman dilaporkan menyerang sejumlah kota dan infrastruktur ekonomi di Arab Saudi bagian selatan pada Selasa. Kementerian Energi Arab Saudi mengonfirmasi terjadinya kebakaran di beberapa fasilitas energi akibat serangan tersebut, yang juga dilaporkan memakan korban jiwa oleh koalisi militer pimpinan Saudi.

Di sisi lain, ketegangan langsung antara AS dan Iran meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menghancurkan balon udara pengintai (aerostat) militer AS di dekat Bandara Erbil, Irak, menggunakan serangan drone pada Senin.

Ancaman di Selat Hormuz

Situasi pasar semakin diperparah oleh pernyataan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei. Ia menyatakan bahwa Iran akan menetapkan zona maritim baru yang "terbatas" di luar Selat Hormuz dalam waktu dekat. Rezaei memperingatkan bahwa setiap kapal yang memasuki wilayah tersebut tanpa izin akan dimasukkan ke dalam daftar sanksi.

Padahal, pada Juni lalu, AS dan Iran sempat menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi oleh Pakistan dan Qatar untuk mengakhiri permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz. Namun, saat ini kedua belah pihak saling menuduh gagal memenuhi komitmen, yang berujung pada ketidakpastian pasokan energi global dan fluktuasi harga di pasar internasional. (Anadolu/Ant/I-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |