Petugas dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan memasangkan masker kepada bocah di simpang lima DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Palembang, Minggu (1/10/2023). Dinkes Provinsi Sumatera Selatan membagikan 3,7 juta masker kepada masyarakat untuk menceg(ANTARA/NOVA WAHYUDI)
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Langkah ini diambil guna mengantisipasi gangguan kesehatan menyusul munculnya kabut asap tipis akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, menyatakan bahwa fenomena kabut asap mulai terlihat, terutama pada dini hari hingga pagi hari, khususnya di Kota Sampit.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Lalu, ketika beraktivitas di luar rumah, usahakan memakai masker," ujar Nugroho di Sampit, Sabtu (25/7/2026).
Kesiapsiagaan Fasilitas Kesehatan
Menyikapi kondisi ini, Dinkes Kotim telah menginstruksikan seluruh puskesmas, rumah sakit, hingga Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Setiap unit diminta menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal dalam mengantisipasi dampak buruk kabut asap bagi warga.
Selain kesiapan personel, Dinkes juga mulai mendistribusikan logistik kesehatan ke berbagai titik. Logistik tersebut meliputi obat-obatan, masker, serta perlengkapan medis lainnya sebagai langkah preventif jika kondisi udara memburuk.
Stok Masker Dinkes Kotim:
- Masker Dewasa: 60.000 lembar
- Masker Anak-anak: 12.000 lembar
Tren Kasus ISPA
Nugroho menekankan bahwa Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyakit yang paling diwaspadai selama musim karhutla. Meski demikian, ia menyebut tren kasus ISPA di Kotim saat ini masih dalam kategori terkendali.
Berdasarkan data validasi Dinkes Kotim hingga minggu ke-28 tahun 2026, tercatat sebanyak 14.987 kasus ISPA. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai 17.289 kasus.
Kawasan perkotaan, khususnya Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang, tercatat sebagai wilayah dengan dominasi kasus ISPA tertinggi. Masyarakat di dua kecamatan tersebut diminta lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan segera menggunakan masker saat kualitas udara mulai menurun.

















































