Ilustrasi(Dok Istimewa)
Usai perhelatan Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026, Pondok Pesantren (Ponpes) Darunnajah menerima kunjungan kehormatan dari para pembicara internasional konferensi tersebut. Kunjungan ini menjadi momen penting bagi para delegasi global untuk menyaksikan secara langsung praktik Islamic holistic education (pendidikan holistik Islam) yang diterapkan secara konsisten di lingkungan pesantren.
Momen kunjungan ini memiliki nilai historis dan strategis yang kuat, karena beririsan langsung dengan perhelatan GIHES yang menjadi forum internasional strategis penanda peringatan 100 tahun berdirinya Pondok Modern Darussalam Gontor. Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, K.H. Hadiyanto Arief, S.H., M.B.S., menyambut hangat delegasi pakar dunia yang terdiri dari Prof. Dato' Ts. Dr. Norazah Mohd. Nordin (Malaysia), Prof. Dr. Nuri Tinaz (Turkiye), dan Dr. Mahamood Shihab K.M. (India).
Dalam kesempatan tersebut, K.H. Hadiyanto Arief memberikan penegasan penting mengenai identitas dan akar sistem pendidikan di Darunnajah yang sejatinya merupakan "anak" dari Gontor.
"Darunnajah secara penuh mengadopsi sistem pendidikan holistik dari Gontor. Mulai dari sistem, pola, hingga ekosistem pendidikan yang diberlakukan di Darunnajah sangat identik dan memiliki kesamaan utuh, karena sumber aslinya memang diambil langsung dari warisan peradaban Gontor," kata K.H. Hadiyanto Arief dalam keterangannya, Selasa (8/9).
K.H. Hadiyanto Arief menegaskan bahwa kehadiran para tokoh dunia ini memberikan pengalaman berharga yang melampaui sekadar pertukaran wacana akademis. Para delegasi diajak melihat langsung denyut nadi kehidupan santri sehari-hari untuk memahami bagaimana nilai-nilai Islam diintegrasikan dalam seluruh aspek kehidupan.
"Para pembicara internasional membawa pulang bekal yang jauh lebih berharga: pengalaman langsung menyaksikan Islamic holistic education yang hidup di Pesantren Darunnajah," ungkapnya.
Ia mengutarakan bahwa para profesor mancanegara tersebut dapat melihat realitas ekosistem pondok dalam membentuk karakter kepemimpinan secara organik. Segala aktivitas di dalam pesantren dirancang sedemikian rupa untuk mematangkan tanggung jawab peserta didik.
"Bukan sekadar cerita untuk dibagikan di negeri masing-masing, tapi bukti nyata bagaimana santri dididik menjadi pemimpin sejak dini — mengajar, berkarya, dan mengelola kehidupan pondok dengan tanggung jawab penuh," tegas K.H. Hadiyanto Arief.
Melalui momentum silaturahmi dan pertukaran gagasan ini, Pondok Pesantren Darunnajah berharap pengalaman kunjungan tersebut dapat membawa dampak perluasan nilai yang berkelanjutan bagi dunia pendidikan Islam global.
"Insight ini semoga menjadi inspirasi dan referensi berharga untuk pengembangan pendidikan Islam di berbagai belahan dunia. Terima kasih telah berkunjung dan berbagi ilmu, Profesor! Semoga silaturahmi dan kolaborasi ini terus berlanjut," pungkasnya.





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293885/original/003140100_1783758261-10-10.jpg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4951307/original/044250400_1727138623-IMG_20240923_215315.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8163337/original/062235700_1781018081-InShot_20260609_221323602.jpg.jpeg)