Bukan Sekadar Teknis, MTI Sebut Budaya Keselamatan Jadi Kunci Tekan Angka Kecelakaan

23 hours ago 2
Bukan Sekadar Teknis, MTI Sebut Budaya Keselamatan Jadi Kunci Tekan Angka Kecelakaan Tenggelamnya KM Nurul Salsa di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.(Dok. MetroTv)

KETUA Forum Transportasi Jalan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Pangestu B. Darmo, mengungkapkan bahwa akar masalah dari tingginya frekuensi kecelakaan transportasi di darat maupun laut adalah pemahaman keselamatan yang belum menjadi kesadaran bersama. Hal ini disampaikan Pangestu merespons kondisi transportasi nasional pada Minggu (19/7).

Menurut Pangestu, prinsip keselamatan pada transportasi darat dan perairan pada dasarnya identik, meski media pergerakannya berbeda. Ia menekankan bahwa ekosistem transportasi melibatkan empat komponen utama yang saling berkaitan, yakni pemerintah, operator, pengemudi, dan penumpang.

“Seringnya kecelakaan yang terjadi menandakan kondisi yang belum optimal dilakukan baik dari sisi pemerintah, operator, pengemudi, ataupun penumpang. Masih banyak hal yang perlu diperbaiki,” ujar Pangestu saat dihubungi.

Ia merinci peran masing-masing pihak dalam menciptakan transportasi yang aman. Pemerintah berkewajiban menyusun dan menjalankan regulasi yang membangun ekosistem berkeselamatan. Sementara itu, operator wajib menjamin kelayakan armada, baik secara teknis maupun administrasi.

Pangestu juga menyoroti peran pengemudi sebagai ujung tombak di lapangan. Pengemudi harus memahami esensi transportasi berkeselamatan karena mereka bertanggung jawab mengantarkan nyawa manusia yang memiliki tujuan dalam perjalanannya.

Di sisi lain, masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi diminta untuk mulai menjalankan budaya berkeselamatan secara konsisten. Perbaikan sistem transportasi, menurutnya, harus terus dilakukan secara berkelanjutan tanpa harus menunggu terjadinya insiden atau kecelakaan terlebih dahulu.

“Pemahaman bahwa satu nyawa itu sangat berharga, bahkan tidak dapat digantikan oleh uang jaminan atau santunan, harus dipahami oleh semua pihak,” tegas Pangestu menutup pernyataannya. (Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |