Ilustrasi(Dok Istimewa)
MASYARAKAT diimbau untuk tidak membakar sampah atau ilalang yang bisa menjadi penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Tamim, menjelaskan dalam dua pekan terakhir telah terjadi kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Majalengka. Di antaranya di Desa Panyingkiran, Kecamatan Panyingkiran, Desa Baribis, Kecamatan Cigasong, Desa Wanajaya, Kecamatan Kasokandel, dan Kelurahan Babakanjawa, Kecamatan Majakengka.
“Penyebabnya, hampir semua akibat kelalaian manusia. Ada yang berupaya membakar sampah hingga apinya tidak terkendali dan akhirnya membakar lahan akibat tiupan angin yang cukup kencang,” tutur Agus, Minggu (19/7).
Ada juga yang membakar ilalang, letupan apinya merembet terbawa angin dan menimbulkan titik api baru namun beruntung api segera dikendalikan dengan bantuan dari banyak pihak.
Untuk itu Agus mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan di musim kemarau yang kering ini. “Dikhawatirkan api menjadi tidak bisa dikendalikan dan kebakaran hutan maupun lahan justru meluas,” tutur Agus.
Di musim kemarau ini potensi kebakaran hutan dan lahan tersebar di 343 desa dan kelurahan di Kabupaten Majalengka. Dari luasan Majalengka sekitar 134.940 hektare, kurang lebih 98.031 hektare atau sekitar 72,65% lahan di antaranya berpotensi terjadi kebakaran. Potensi karhutla di Kabupaten Majalengka, sebagian besar berada di kawasan hutan negara yang dikelola oleh Perhutani, serta sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), juga lahan kering milik warga.
BPBD Kabupaten Majalengka juga telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh camat dan kepala desa di Kabupaten Majalengka untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Mereka juga diminta untuk segera memetakan secara berkala rincian by name by address wilayah rukun tetangga (RT) maupun rukun warga (RW) yang mulai mengalami dampak kekeringan agar distribusi bantuan air bersih dapat disalurkan secara tepat sasaran.
”Kami, BPBD Majalengka, akan mengoptimalkan koordinasi lintas sektor, dan relawan penanggulangan bencana. Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Majalengka untuk mulai menghemat penggunaan air bersih. Segera laporkan ke posko BPBD jika di wilayahnya mulai mengalami krisis air bersih atau melihat titik api,” tutur Agus. (H-2)


















































