Bagaimana BBM Pertamax Menghilang di SPBU Jalan Medan-Binjai

4 hours ago 2

ANTREAN panjang mengular dari truk di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sepanjang Jalan Medan-Binjai, Sumatera Utara, belakangan menjadi pemandangan sehari-hari. Bahkan, antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) itu memakan hingga separuh badan jalan dan membuat kemacetan lalu lintas.

Sedikitnya terdapat enam SPBU di sepanjang Jalan Medan - Binjai, Sumatera Utara. Rinciannya, ada tiga SPBU di kanan jalan dan tiga SPBU kiri jalan yang dimulai dari Kampunglalang sampai Lapangan Merdeka Binjai.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dari pantauan Tempo, terlihat antrean pengguna Pertalite mengular hingga lima jalur, berkebalikan dengan nihilnya antrean pengguna Pertamax. "Yang ada stoknya Pertamax Turbo," kata petugas SPBU Nomor 13.207.109 yang berada di kawasan Sei Semayang tersebut. 

Hal tersebut disampaikan petugas pom bensin kepada seorang ibu yang hampir setengah jam menunggu pada Kamis, 16 Juli 2026. "Kalau mau Pertalite, silakan antre di sana," ujarnya.

Sang ibu bernama Marni yang merupakan warga Kota Binjai itu mengaku sudah mencari-cari Pertamax sejak Ahad lalu. Sehari-hari, dia pulang-pergi Binjai-Medan karena bekerja di salah satu perusahaan percetakan di Jalan Wahid Hasyim.

"Minggu malam, pas aku pulang kerja jam sepuluh malam, semua SPBU yang ku lewati dari Medan sampai Binjai antreannya macam lagi nonton konser. Minyak kereta ku kandas begitu sampai rumah," kata Marni.

Keesokan harinya, pada hari Senin lalu, Marni terpaksa menggunakan ojek online dan harus merogoh koceknya hingga Rp 100 ribu untuk perjalanan pulang-pergi dari rumah ke kantor. Berikutnya, pada hari Selasa, Marni yang mengendarai motornya harus ikut mengantre di pom bensin. "Sampai hampir dua jam antre, eh, habis Pertamax. Terpaksa aku beli Pertalite eceran, harganya Rp 30 ribu sebotol ukuran 1,5 liter," ucapnya.

Berikutnya pada hari Rabu, kata Marni, antrean para pembeli BBM di SPBU juga tetap mengular. "Masih antre menggila juga. Terpaksa aku beli Pertamax eceran, harganya Rp 23 ribu seliter. Sekarang, Pertamax menghilang," katanya.

Marni menceritakan bahwa semua orang kini mencari Pertalite dan mempertanyakan Pertamax belakangan ikut raib. Ibu dua anak ini mengaku enggan mengisi sepeda motornya dengan Pertamax Turbo karena takut nilai oktan atau Research Octane Number (RON) 98 bensin itu tidak cocok dengan sepeda motornya yang dirilis pada 2015.

"Aku biasa pakai Pertamax RON 92. Tapi kemarin karena darurat, aku isi Pertalite. Kalau isi Pertamax Turbo, takut gak cocok sama motorku. Kereta ku bukan tahun tinggi. Akhirnya, aku beli Pertamax eceran atau isi Pertalite lagi," ucapnya.

Saat Tempo mengecek di SPBU Tanah Tinggi, Kota Binjai, petugas Dinas Perhubungan yang berjaga mengatakan BBM yang tersedia hanya Pertamax Turbo. Di sini, antrean kendaraan sudah mencapai empat jalur.

Sementara di SPBU yang berada di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Binjai, terlihat antrean truk dan sepeda motor yang hampir memenuhi seluruh badan jalan yang sempit. "Ini antrean Pertalite, Pertamax gak ada," kata seorang pria yang mengaku sudah mengantre selama satu jam. 

Sampai berita ini diturunkan, antrean di sejumlah SPBU makin membeludak. Begitu juga di sejumlah SPBU di Kota Medan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota Medan, Citra Effendi Capah, telah mendatangi kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara. Kedatangannya itu menindaklanjuti koordinasi yang dilakukan pada 8 Juli 2026. Saat itu, pertemuan virtual dihadiri oleh perwakilan Pertamina, Hiswana Migas, Ditjen Migas Kementerian ESDM hingga Polda Sumut.

Saat itu, kata Citra, Pertamina menjelaskan terganggunya distribusi BBM disebabkan persoalan teknis operasional yakni pergantian sejumlah sopir mobil tangki yang berdampak pada penyaluran BBM ke SPBU. Kondisi diperkirakan kembali normal pada Jumat, 10 Juli 2026. Namun, perkembangan di lapangan justru menunjukkan kondisi yang belum membaik.

Antrean kendaraan semakin panjang dan sejumlah SPBU dilaporkan sempat kehabisan pasokan, baik BBM subsidi maupun nonsubsidi sehingga tidak dapat melayani masyarakat. "Kami datang untuk meminta kejelasan. Masyarakat membutuhkan kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Apakah kendala yang dihadapi masih sama seperti yang disampaikan sebelumnya atau ada persoalan lain yang menyebabkan distribusi BBM belum kembali normal," kata Citra.

Sales Area Manager Retail Medan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, Tito Rivanto, mengklaim saat ini stok BBM aman. Ia menyebutkan Pertamina memang sedang melakukan pembenahan internal, khususnya pada sistem penyaluran BBM menggunakan armada mobil tangki. Pembenahan juga dilakukan secara paralel dengan upaya menjaga kelancaran distribusi ke seluruh SPBU.

Untuk mempercepat normalisasi, Pertamina telah menambah armada mobil tangki, mendatangkan sopir dari pihak eksternal, serta menambah jumlah SPBU yang beroperasi selama 24 jam di Kota Medan. "Kami harap langkah-langkah tersebut secara bertahap meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga tidak terjadi lagi antrean panjang," ujar Tito.

Menjawab pertanyaan mengenai target penyelesaian, Tito mengatakan Pertamina terus berupaya semaksimal mungkin agar penyaluran dan distribusi BBM ke seluruh SPBU dapat segera normal. "Kami berupaya proses normalisasi secepat mungkin," katanya.

Sementara itu, Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Sumut memberangkatkan puluhan mobil tangki BBM dari Fuel Terminal Medan Group menuju berbagai SPBU di Kota Medan, Deliserdang sampai Kabupaten Dairi. Seluruh armada mendapat pengawalan dari personel Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas), mengangkut Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo dan Bio Solar.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Distribusi terus berjalan, pihaknya bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus mengawal setiap tahapan penyaluran agar pasokan tetap terjaga. "Dengan pengawalan, kami berharap distribusi BBM berjalan optimal sehingga mampu mengantisipasi antrean panjang di SPBU sekaligus menjaga stabilitas pelayanan kepada masyarakat," kata Ferry.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |