Ahmad Ali Akan Temui JK, Bantu Mediasi Kasus Grace Natalie

4 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali mengaku akan membuka komunikasi dengan Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla untuk membantu memediasi proses hukum terhadap Wakil Sekretaris Dewan Pembina partainya, Grace Natalie.

Grace bersama Ade Armando dan Permadi Arya, sebelumnya dilaporkan para pendukung JK terkait dugaan penghasutan dan ujaran kebencian. Pelaporan itu buntut pernyataan ketiganya di sejumlah platform media sosial terkait ceramah JK di UGM beberapa waktu lalu.

"Bisa jadi saya menjadi perantara, jembatan kepada Pak JK untuk berkomunikasi. Saya sedang berupaya juga," kata Ali saat dihubungi, Kamis (7/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, Ali tak mengungkap apakah mediasi itu nantinya akan turut membantu penyelesaian kasus Ade Armando dan Permadi. Ade belakangan telah menyatakan mundur dari PSI karena menilai kasusnya telah terlalu jauh menyeret partai.

Ali mengaku telah berkomunikasi dengan orang dekat JK. Kedua pihak menurut dia memiliki keinginan agar kasus tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

"Tadi baru saja saya ditelepon oleh salah satu orang yang dekat dengan beliau untuk mendiskusikan hal ini. Kita sama-sama punya keinginan agar persoalan ini tidak semakin melebar sehingga kita mendorong untuk diselesaikan secara kekeluargaan," katanya.

Ali mengaku berhubungan dekat dengan JK. Dia mengaku telah menganggap JK sebagai kakak. Sebab selain di partai, Ali juga berada dalam satu organisasi yang sama di Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Ali bilang dirinya kini masih menjabat sebagai Ketua DMI Sulawesi Tengah, dan JK sebagai ketua umum. Bahkan, orang tuanya juga merupakan anggota DMI.

"Saya itu Ketua DPW Dewan Masjid Sulawesi Tengah, Pak JK Ketua Umumnya. Dalam doorstop saya beberapa hari lalu, saya katakan Pak JK ini kakak saya, orang tua saya. Kakak saya di HMI, orang tua saya di Dewan Masjid," ujar Ali.

Namun, meski memiliki kedekatan dengan JK, Ali mengaku juga tak akan meninggalkan Grace sebagai kolega satu partai. Apalagi, Grace juga pernah menjadi ketua umum.

Sehingga, meski tak akan melibatkan partisipasi secara kelembagaan, dirinya akan tetap membantu secara personal.

"Sampai kapan pun partai ini tidak akan pernah terlepas dari Mbak Grace, apalagi meninggalkan Mbak Grace. Pasti sekali, karena dia menjadi salah satu orang terpentinglah untuk lahirnya partai ini," ujar dia.

Ali sebelumnya mengatakan partainya tidak akan memberikan bantuan hukum kepada Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie usai dilaporkan dalam kasus penghasutan dan ujaran kebencian di Bareskrim Polri.

Ali menegaskan tindakan atau pernyataan Grace dalam kasus tersebut di luar tugas partai alias motif pribadi.

"Jadi secara kelembagaan kami pastikan kita tidak akan memberikan bantuan hukum secara kelembagaan kepartaian karena ini hal-hal yang harus dipertanggungjawabkan secara pribadi," kata Ali di kantor DPP PSI, Selasa (5/5).

(thr/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |