Ilustrasi(magnifik)
ANTARTIKA masih menyimpan banyak wilayah yang belum sepenuhnya terpetakan. Kondisi ini mendorong para ilmuwan mengusulkan survei geofisika berskala besar di seluruh pesisir benua tersebut.
Langkah ini diharapkan dapat mengisi kekosongan data yang selama ini menyulitkan prediksi kenaikan muka laut global.
Usulan tersebut berasal dari kajian internasional yang melibatkan 80 ilmuwan dari 16 negara dari bidang glasiologi, oseanografi, geofisika, dan ilmu atmosfer.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Reviews of Geophysics itu dikoordinasikan melalui Scientific Committee on Antarctic Research (SCAR) RINGS Action Group.
Dilansir dari Australian Antarctic Program Partnership (AAPP), para ilmuwan mengusulkan tiga jalur survei yang mengelilingi Antarktika.
Survei tersebut akan memantau aliran es dari daratan, wilayah grounding zone atau zona ketika es mulai terlepas dari dasar dan mengapung, hingga ice shelf yang berhadapan langsung dengan laut.
Mengapa Pesisir Antarktika Penting?
Wilayah pesisir menjadi bagian penting dalam memahami perubahan lapisan es Antarktika. Di kawasan tersebut, es, laut, atmosfer, dan batuan dasar saling berinteraksi. Perubahan kecil di wilayah ini dapat memengaruhi seberapa cepat es mengalir menuju laut.
Berdasarkan laporan dari British Antarctic Survey (BAS), masih terdapat kesenjangan besar dalam pengamatan langsung terhadap kondisi dasar wilayah pesisir dan rongga di bawah ice shelf.
Kekurangan data tersebut membuat ilmuwan kesulitan memperkirakan secara akurat jumlah es yang hilang serta dampaknya terhadap kenaikan permukaan laut.
Salah satu persoalan utama adalah keterbatasan pengamatan dari satelit. Satelit dapat memantau pergerakan es dan perubahan permukaan, tetapi tidak dapat melihat langsung batuan dasar yang berada di bawah lapisan es.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari Alfred Wegener Institute (AWI), Dr Kenichi Matsuoka, ketua RINGS Action Group, menjelaskan bahwa data satelit saja belum cukup untuk memperkirakan secara akurat jumlah es yang hilang ke laut.
Di sisi lain, model komputer juga masih memiliki keterbatasan dalam memprediksi perubahan lapisan es di masa mendatang.
Karena itu, diperlukan pengumpulan data langsung di wilayah pesisir Antarktika untuk membantu menghasilkan prediksi yang lebih akurat.
Dorong Kerja Sama Internasional
Para peneliti menilai survei seluruh pesisir Antarktika membutuhkan koordinasi antarnegara. Pengumpulan data secara terpadu dinilai dapat menghindari wilayah yang terlewat sekaligus mencegah penelitian yang tumpang tindih.
Dikutip dari AAPP, survei berskala besar tersebut juga diharapkan dapat menjadi pijakan menuju International Polar Year 2032–2033.
Dengan data yang lebih lengkap, ilmuwan berharap model lapisan es dapat diperbaiki sehingga proyeksi kenaikan muka laut menjadi lebih dapat diandalkan untuk perencanaan kawasan pesisir di masa depan.
Sumber: Australian Antarctic Program Partnership (AAPP), British Antarctic Survey (BAS)





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293885/original/003140100_1783758261-10-10.jpg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4951307/original/044250400_1727138623-IMG_20240923_215315.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8163337/original/062235700_1781018081-InShot_20260609_221323602.jpg.jpeg)