438 Ribu Pasangan Bercerai, Kemendukbangga Ingatkan Menikah tak Cukup Bermodal Cinta

6 days ago 16
438 Ribu Pasangan Bercerai, Kemendukbangga Ingatkan Menikah tak Cukup Bermodal Cinta BKKBN mencatat 438 ribu kasus perceraian di 2025.(Dok. Magnific)

KEMENTERIAN Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN mengungkapkan bahwa angka perceraian di Indonesia pada tahun 2025 mencapai 438 ribu kasus berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Fenomena ini mempertegas pentingnya persiapan matang bagi calon pengantin sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

Direktur Bina Ketahanan Remaja Kemendukbangga/BKKBN, Irma Ardiana, menekankan bahwa membangun keluarga tidak bisa hanya mengandalkan perasaan semata. Menurutnya, pernikahan membutuhkan kesiapan yang komprehensif mulai dari aspek fisik, reproduksi, mental, emosional, hingga ekonomi.

"Kita juga perlu menyadari bahwa membangun keluarga tidak cukup hanya bermodal cinta. Tanpa persiapan yang matang, berbagai persoalan rumah tangga dapat muncul tanpa ada solusi," ujar Irma dalam Kelas Pranikah daring dilansir dari Antara, Senin (20/7).

Data BPS menunjukkan mayoritas perceraian dipicu oleh perselisihan dan pertengkaran yang terjadi secara terus-menerus tanpa adanya refleksi maupun solusi dari pasangan. Irma menilai angka ini harus menjadi pengingat bagi generasi muda untuk memperkuat komitmen dan kemampuan komunikasi dalam menyelesaikan masalah bersama.

Selain ketahanan keluarga, persiapan pernikahan juga berkaitan erat dengan kualitas generasi mendatang. Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS), sebagian besar penduduk Indonesia berada pada usia produktif. Kualitas generasi muda dalam mempersiapkan keluarga akan menentukan keberhasilan pemanfaatan bonus demografi.

Irma juga menggarisbawahi bahwa persiapan pranikah merupakan langkah krusial dalam mencegah stunting sejak hulu. Calon pengantin didorong untuk melakukan pemeriksaan kesehatan minimal tiga bulan sebelum hari pernikahan guna memastikan kondisi gizi dan kesehatan reproduksi yang optimal.

Sebagai langkah konkret, BKKBN menyediakan aplikasi Elektronik Siap Menikah dan Siap Hamil (Elsimil). Melalui alat bantu ini, calon pengantin dapat melakukan skrining kesehatan, mendapatkan edukasi, serta pendampingan dari kader keluarga agar berbagai faktor risiko dapat ditangani lebih awal sebelum kehamilan terjadi. (Ant/Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |