35 kantor berita Asia Pasifik bahas penanganan disinformasi di Moskow

5 hours ago 2

Moskow (ANTARA) - Sebanyak 35 dari 41 kantor berita se-Asia Pasifik memulai pertemuannya di Moskow untuk membahas berbagai persoalan dan perkembangan yang terjadi dalam dunia informasi termasuk upaya kerja sama guna mengatasi pesatnya disinformasi dan berita palsu di dunia.

Pertemuan dibuka oleh Presiden OANA (Organization of Asia–Pacific News Agency) Andrey Kondrashov, yang juga Direktur Jenderal kantor berita Rusia, TASS dalam rapat Dewan Eksekutif yang berlangsung di Moskow, Minggu (20/9).

Di depan para pimpinan senior kantor berita-kantor berita tersebut, Andrey Kondrashov menjelaskan berbagai agenda pertemuan mulai dari perkembangan global seperti maraknya disinformasi, penetapan Hanoi (Vietnam) sebagai tuan rumah pertemuan tahunan di bulan Maret atau April di 2027, hingga laporan keuangan organisasi tersebut.

Selain itu, Kondrashov juga menyampaikan susunan komite teknis dan komite etik organisasi telah diperluas, sementara pembaruan teknis pada situs web organisasi berhasil dirampungkan, yang mencerminkan transformasi digital di tubuh OANA.

Usai menyetujui seluruh agenda rapat tersebut, pertemuan dilanjutkan dengan pertemuan informal masing-masing pimpinan kantor berita.

Pada kesempatan itu, Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA bertemu secara informal dengan pimpinan kantor berita-kantor berita dari ASEAN, seperti Bernama (Malaysia), Philippine News Agency, dan Lao New Agency, membahas penguatan kantor berita ASEAN guna menghadapi tantangan di kawasan.

Hadir juga pimpinan dari Kyodo (Jepang) yang tertarik dengan gagasan tersebut dan mendukung pertemuan ASEAN + 1 sehingga dapat membantu adanya keinginan kerja sama strategik lainnya.

Di tempat terpisah, pimpinan kantor berita Nepal (RSS) Sandip Rai tertarik bergabung dan ikut berdialog, mengingat RSS perlu lebih terlihat dalam kerja sama aktif di regional.

Baca juga: Organisasi Kantor Berita Asia-Pasifik OANA kukuhkan presiden baru

Baca juga: Sidang Umum ke-19 OANA dibuka di Rusia, soroti tantangan media modern

Kehadiran ANTARA dalam Pertemuan Dewan Eksekutif ke-58 OANA di Moskow menegaskan peran strategis kantor berita nasional Indonesia di panggung global sekaligus aktif membangun aliansi kawasan tentang peran strategis kantor berita yang merupakan instrumen globalisasi.

“Dengan membangun aliansi aktif sesama kantor berita kami jadi sama-sama mengetahui ancaman dan peluang kerja sama di kawasan Asia Pasifik, meski ada perbedaan kepemilikan dari institusi kantor berita masing-masing,” kata Dirut ANTARA Benny Butarbutar.

Pada hari kedua konferensi, Dirut ANTARA Benny Butarbutar akan menjadi pembicara diskusi panel yang membahas upaya melawan penyebaran disinformasi dan “fake news”.

Pertemuan Moskow sekaligus merayakan HUT OANA yang ke-65 tahun. OANA didirikan pada 22 Desember 1961 di Bangkok atas inisiatif UNESCO untuk melakukan pertukaran informasi di antara para anggotanya di Asia Pasifik.

ANTARA menjadi salah satu anggota pendiri yang konsisten berkontribusi hingga kini. ANTARA sudah pernah beberapa kali menjadi tuan rumah Sidang Umum OANA di Jakarta yakni Sidang Umum ke-4 (1979), Sidang Umum ke-7 (1988), dan Sidang Umum ke-13 (2007).

OANA menjadi salah satu alat untuk ANTARA agar bisa menyalurkan berita-berita yang dapat meningkatkan citra positif serta "nation branding" Indonesia panggung internasional. Melalui jaringan ini, ANTARA dapat memperluas distribusi konten berita tentang Indonesia kepada audiens global melalui kanal-kanal kantor berita mitra.

OANA memiliki jangkauan luas di Asia Pasifik atau dua pertiga informasi yang beredar di seluruh dunia berada di kawasan tersebut. Hal itu menunjukkan potensinya untuk mempengaruhi ekosistem informasi global secara signifikan.

“Semestinya dengan posisi OANA yang strategis ini, kantor berita se-Asia Pasifik mampu menjadi penentu arus informasi dunia yang benar dan akurat, sehingga kebenaran beritanya menjadi acuan yang sesungguhnya, bukan dari Barat saja. Oleh karena itu anggota OANA memang perlu saling memperkuat ekosistemnya sendiri dulu”, kata Benny Butarbutar.

Baca juga: Foto karya pewarta ANTARA dipamerkan di St Petersburg Rusia

Baca juga: Dirut ANTARA hadiri dialog terbatas dengan Presiden Putin di Rusia

Baca juga: OANA berperan krusial perjuangkan nilai-nilai jurnalisme kredibel

Pewarta: Andika Wahyu Widiantoro
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |