Wujudkan Kemandirian Ekonomi, BNI Berdayakan Perempuan di Wilayah 3T

3 hours ago 2

INFO BISNIS - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan perempuan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Upaya ini diwujudkan melalui program “Menganyam Kebaikan untuk Indonesia” yang dijalankan di Pulau Solor.

Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 430 perempuan penganyam daun lontar di 13 lokasi. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan produksi, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas produk serta kesejahteraan masyarakat setempat.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, program yang telah berjalan sejak September 2024 ini dirancang sebagai upaya pemberdayaan berkelanjutan. Kegiatan yang dilakukan mencakup pelatihan produksi, penguatan kelembagaan ekonomi, hingga edukasi kesehatan bagi para peserta.

"Melalui program Menganyam Kebaikan untuk Indonesia, BNI ingin menghadirkan pemberdayaan yang berkelanjutan bagi perempuan, khususnya di wilayah 3T. Kami percaya, ketika perempuan berdaya, maka keluarga dan masyarakat di sekitarnya juga akan ikut tumbuh," ujar Okki.

Selama ini, Pulau Solor dikenal memiliki keterbatasan lahan produktif. Namun, wilayah ini menyimpan potensi ekonomi dari kerajinan anyaman daun lontar yang telah diwariskan secara turun-temurun. Mayoritas pengrajin merupakan ibu rumah tangga yang berperan sebagai tulang punggung ekonomi keluarga, meski masih menghadapi berbagai tantangan, seperti akses pasar, standar kualitas produk, serta literasi keuangan.

Melalui kolaborasi dengan Yayasan Du Anyam, BNI membangun ekosistem pemberdayaan yang terintegrasi. Hasilnya, sebanyak 79 persen produk anyaman kini masuk dalam kategori kualitas tinggi, menunjukkan peningkatan signifikan dari sisi produksi dan standar mutu.

Selain peningkatan kapasitas usaha, BNI juga membangun infrastruktur pendukung, termasuk Rumah Anyam di Desa Bubu Atagamu, Kecamatan Solor Selatan, sebagai pusat pelatihan dan produksi. Perseroan turut menghadirkan akses air bersih melalui pembangunan pipanisasi dengan 30 titik kran yang dimanfaatkan oleh 263 kepala keluarga.

Di sisi sosial, BNI juga berkontribusi dalam penanganan stunting melalui Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 98 balita selama 14 hari, yang berhasil menurunkan angka masalah gizi buruk sebesar 10,20 persen.

Untuk memastikan keberlanjutan program, BNI memfasilitasi pembentukan Koperasi Serba Usaha (KSU) Ina Senaren. “Melalui koperasi ini, para perempuan tidak hanya berperan sebagai pengrajin, tetapi juga sebagai pelaku usaha yang mampu mengelola bisnis, memperluas akses pasar, serta memanfaatkan layanan keuangan formal,” tambah Okki.

Program ini mencerminkan pendekatan menyeluruh BNI dalam pemberdayaan masyarakat dengan mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan budaya. Upaya tersebut sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai motor penggerak ekonomi lokal di wilayah tertinggal. (*)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |