Amran Minta Anggaran Kementerian Pertanian Naik jadi Rp 45 T

1 hour ago 2

MENTERI Pertanian Amran Sulaiman mengajukan tambahan pagu anggaran Kementerian Pertanian tahun 2027 dari yang semula Rp 23,23 triliun menjadi Rp 45,66 triliun. “Mohon kiranya Ibu Ketua dan pimpinan serta anggota Komisi IV dapat menyetujui usulan penyesuaian pagu indikatif,” kata Amran dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR, di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.

Berdasarkan Surat Bersama Menteri Keuangan dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Pertanian mendapatkan jatah alokasi anggaran senilai Rp 23,23 triliun untuk 2027. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Anggaran tersebut berasal dari lima sumber. Pertama adalah rupiah murni senilai Rp 21,78 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 93 miliar, Badan Layanan Umum Rp 85 miliar, pinjaman luar negeri Rp 1,05 triliun, dan surat berharga syariah negara Rp 211 miliar.

Pagu tersebut, kata Amran, dialokasikan untuk dua pos utama. Pertama adalah memenuhi anggaran dasar wajib seperti belanja pegawai senilai Rp 9,62 triliun. Kedua adalah untuk mendukung program kerja prioritas nasional (PKPN) senilai Rp 13,61 triliun. 

Berdasarkan unit eselon, anggaran tersebut akan dialokasikan terhadap 10 direktorat. Pertama adalah Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Rp 7,06 triliun, Sekretariat Jenderal Rp 3,58 triliun, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Rp 3,41 triliun.

Kemudian untuk Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Rp 2,15 triliun, Direktorat Jenderal Perkebunan Rp 1,68 triliun, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Rp 1,42 triliun, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Rp 1,29 triliun, Direktorat Jenderal Hortikultura Rp 350 miliar, serta Inspektorat Jenderal 90,9 miliar. 

Untuk program prioritas, Amran mengatakan Kementerian Pertanian mengalokasikan dana Rp 13,61 triliun. Total tersebut disalurkan untuk pengembangan kawasan pangan terintegrasi Rp 11 triliun, pengembangan kawasan perkebunan Rp 1,8 triliun, hingga memenuhi belanja mandatory senilai Rp 9,6 triliun. 

Untuk tahun depan, Kementerian Pertanian menargetkan produksi hortikultura seperti beras 34 juta ton, jagung 18,23 juta ton, kedelai 392 ribu ton, ubi kayu 17,79 juta ton, kelapa sawit 245 juta ton. Kemudian tebu 42 juta ton, kopi 791 ribu ton, kelapa 2,9 juta ton, kakao 633 ribu ton, pala 41 ribu ton, lada 64 ribu ton, susu 922 ribu ton, telur 8 juta ton, dan daging 5,2 juta ton. 

Untuk mendukung target produksi hingga program penghiliran ternak, Amran kemudian mengajukan tambahan anggaran Rp 22,43 triliun. Dengan demikian, pagu indikatif yang diinginkan Kementerian Pertanian untuk 2027 adalah Rp 45,66 triliun.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |