Jason Ranti Ungkap Tengah Siapkan Album Baru

3 hours ago 2

MUSISI Jason Ranti tengah menyiapkan album baru setelah bertahun-tahun berkarya dengan membawa semangat dari album debutnya, Akibat Pergaulan Blues. Ia mengatakan album baru tersebut ditargetkan hadir pada 2026, meski belum ingin membocorkan terlalu banyak detail, termasuk judul maupun waktu rilisnya.

Rencana album bertajuk Sesudah Pergaulan Blues itu ia ungkapkan saat wawancara eksklusif bersama Tempo di balik panggung usai tampil di Muara Space, Palembang, Jumat malam, 24 Juli 2026. Menurut dia, karya musik membutuhkan proses pematangan, termasuk bagaimana pengalaman dan perasaan diolah sebelum dituangkan menjadi lagu.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Perasaan juga butuh proses fermentasi dalam diri kita. Setiap orang berbeda-beda untuk bisa keluar sebagai karya. Kalau saya cerita sekarang, takutnya lagunya malah enggak jadi,” kata Jason Ranti atau yang akrab disapa Jeje oleh penggemar.

Album baru ini menjadi kelanjutan perjalanan musikal Jeje setelah Akibat Pergaulan Blues, album yang menjadi salah satu penanda penting dalam kariernya sebagai penyanyi dan pencipta lagu dengan lirik satir, reflektif, serta dekat dengan realitas sosial.

Ia menyebut proses membuat lagu tidak sekadar merekam kejadian, tetapi membutuhkan waktu agar pesan yang ingin disampaikan menemukan bentuknya. Bagi Jeje, musik memiliki ruang berbeda dibanding medium lain karena mampu menciptakan hubungan emosional antara pendengar dan cerita yang dibawa.

“Melodi itu kendaraan yang bagus sekali. Isinya pesan apa pun bisa disampaikan. Musik memberi ruang dan waktu untuk merenung, sesuatu yang banyak hilang sekarang,” katanya.

Jason Ranti tampil di Palembang dalam pertunjukan Tak Kalah Kasat Mata, sebagai panggung alternatif, yang digelar di Muara Space Palembang bersama sejumlah musisi lokal seperti Langgam dan Hutan Tropis. Acara tersebut dipromotori oleh Serikat Sukasuka dan Tigosenga.

Dalam perjalanan kariernya, Jeje dikenal sebagai musisi yang menggabungkan folk, blues, dan lirik-lirik yang kerap mengangkat keresahan sosial sehari-hari. Namun, ia menilai sebuah karya tidak bisa dipaksakan hanya untuk menyampaikan pesan tertentu.

Dalam perjalanan berikutnya, Jason terus mengeksplorasi bentuk musik dan kolaborasi. Salah satunya melalui proyek bersama Dongker yang mempertemukan warna folk Jason dengan energi punk dari band asal Bandung tersebut dalam album I Don’t Know and I Dongker.

Menurut Jason, tantangan terbesar bagi seniman saat ini bukan hanya tekanan dari luar, melainkan kecenderungan untuk kehilangan hubungan dengan diri sendiri. “Yang berbahaya bagi seniman adalah mencoba menjadi orang lain. Sibuk mendengarkan ujian maupun kritikan, tapi lupa mendengar diri sendiri. Itulah kenapa pentingnya butuh dialog dengan diri sendiri,” kata dia.

Dengan album baru yang sedang dipersiapkan, Jason berharap karya tersebut dapat menjadi ruang perjumpaan baru dengan pendengar, seperti yang pernah dilakukan Akibat Pergaulan Blues sejak pertama dirilis. “Semoga tahun ini keluar album. Doakan semoga barokah,” kata Jeje.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |