Ilustrasi(Antara)
SEUSAI menjalani uji coba melawan PSIS Semarang, Pelatih Persebaya Bernardo Tavares kini fokus pada pemulihan fisik pemain sebelum diterjunkan pada Piala Presiden 25 Juli 2025.
“Tim pelatih memantau semua perkembangan pemain pasca-uji coba. Fokus kali ini memperbaiki fisik pemain agar nantinya mereka bisa optimal,” kata Pelatih fisik Persebaya, Diogo Carvalho di Surabaya, Rabu (22/7).
Selain recovery di lapangan, tim kepelatihan juga melakukan serangkaian evaluasi fisik menggunakan pendekatan berbasis data guna melihat respons tubuh pemain setelah pertandingan.
Diogo mengatakan kondisi pemain menjadi bagian penting dalam proses persiapan tim. Terlebih, intensitas latihan dan pertandingan yang semakin meningkat menuntut setiap pemain berada dalam kondisi fisik terbaik.
Salah satu metode yang digunakan dalam sesi recovery kali ini adalah Counter Movement Jump (CMJ) Test, sebuah tes yang berfungsi untuk mengukur kapasitas neuromuskular, tingkat kelelahan, hingga kesiapan pemain dalam menjalani program latihan berikutnya.
"Tes CMJ menjadi salah satu instrumen penting bagi kami untuk memantau kondisi fisik pemain. Melalui tes ini, kami bisa mendapatkan data yang akurat mengenai kapasitas neuromuskular, tingkat kelelahan, serta kesiapan pemain untuk menjalani latihan maupun pertandingan," kata Coach Diogo.
Dikatakan, setiap pemain telah memiliki data dasar yang dikumpulkan sejak awal masa persiapan. Hasil tes terbaru kemudian dibandingkan dengan data acuan tersebut untuk melihat perubahan kondisi yang terjadi setelah pemain menjalani pertandingan.
"Kami memiliki data awal atau nilai acuan dari setiap pemain. Setelah itu, hasil tes akan dibandingkan dengan data tersebut untuk melihat perubahan kondisi fisik mereka. Dari sana kami bisa mengetahui apakah pemain berada dalam kondisi optimal, mengalami kelelahan, atau memiliki risiko cedera," imbuhnya.
Dalam pelaksanaan tes tersebut, Persebaya turut memanfaatkan teknologi VALD Performance, perangkat yang selama ini digunakan untuk mendukung proses pengukuran performa atlet secara objektif dan akurat.
Performance Coach DBL Academy Muhammad Nur Rofik yang turut mendampingi pelaksanaan CMJ Test, menjelaskan bahwa teknologi tersebut memungkinkan tim mendapatkan data yang jauh lebih rinci dibandingkan pengamatan secara visual.
"Melalui sistem VALD Performance, kami bisa memperoleh data yang cukup lengkap. Tidak hanya tinggi lompatan, tetapi juga peak power atau daya ledak maksimum yang dihasilkan pemain saat melakukan lompatan," ujarnya.(FL/E-4)

















































