Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.(AFP)
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melakukan perombakan besar di jajaran pertahanan dengan mencopot Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Ukraina, Oleksandr Syrskyi dan menunjuk Mykhailo Drapatyi sebagai penggantinya.
Keputusan tersebut diambil tidak lama setelah Zelensky menuai kritik akibat memberhentikan Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov, sosok yang dikenal luas karena mendorong inovasi teknologi dan reformasi sistem perekrutan di sektor pertahanan.
Fedorov disebut sempat berselisih dengan sejumlah pejabat pertahanan, termasuk Syrskyi, sebelum akhirnya diberhentikan dari jabatannya. Sebagai pengganti Syrskyi, Zelensky menunjuk Mykhailo Drapatyi, seorang jenderal yang lebih muda dan dipandang sebagai representasi generasi baru pemimpin militer Ukraina yang menempa kariernya selama perang melawan Rusia.
Syrskyi, yang kini berusia 60 tahun, merupakan lulusan sekolah militer di Moskow dan pernah menempuh pendidikan bersama sejumlah perwira yang kemudian menjadi komandan militer Rusia.
Selama bertahun-tahun, ia dikenal sebagai komandan yang berpengalaman. Namun, sejumlah pengamat menilai gaya kepemimpinannya kurang inovatif. Ia juga mendapat kritik karena mempertahankan Kota Bakhmut dalam waktu lama dengan konsekuensi korban yang besar di pihak Ukraina.
Sementara itu, Drapatyi dikenal luas sejak sebuah video pada 2014 memperlihatkan dirinya mengemudikan kendaraan tempur infanteri lapis baja menerobos barikade kelompok separatis di Mariupol.
Jenderal tersebut lahir di wilayah barat Ukraina dan menempuh pendidikan militer di Kharkiv, kota yang kemudian berhasil direbut kembali oleh pasukan Ukraina pada 2022 setelah sempat diduduki Rusia pada fase awal invasi.
Dalam pengumuman resmi mengenai pergantian tersebut, Zelensky menyampaikan apresiasi kepada Syrskyi atas pengabdiannya selama memimpin angkatan bersenjata Ukraina. "Kita memiliki keinginan yang sama, yaitu kemenangan atas musuh," kata Zelensky.
Syrskyi sendiri telah memimpin operasi militer melawan Rusia dan kelompok separatis pro-Moskow sejak 2014, ketika konflik bersenjata pecah di wilayah Donetsk dan Luhansk setelah aneksasi Krimea oleh Rusia.
Dalam wawancara eksklusif bersama Christiane Amanpour dari CNN pada 2024, Syrskyi menggambarkan dedikasinya terhadap medan perang. "Saya telah berada dalam perang ini sejak 2014. Garis depan adalah hidup saya," sebutnya.
Setelah resmi ditunjuk sebagai panglima tertinggi militer, Drapatyi menyatakan siap menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab. Ia berjanji akan memimpin angkatan bersenjata Ukraina secara profesional dan tetap menghormati seluruh personel yang bertugas di garis depan. "Secara bertanggung jawab, fokus, dan penuh hormat," ujarnya mengenai komitmennya menjalankan tugas baru.
Drapatyi juga menyampaikan penghargaan kepada Syrskyi atas kontribusinya dalam memperkuat kemampuan militer Ukraina selama menjabat sebagai panglima. "Saya tumbuh di jajaran militer," ujarnya.
Sementara itu, setelah mencopot Mykhailo Fedorov dari jabatan Menteri Pertahanan, Zelensky dikabarkan menawarkan posisi strategis baru di pemerintahan yang bertujuan mengoordinasikan pengembangan teknologi dan inovasi nasional. Hingga kini belum ada kepastian apakah Fedorov menerima tawaran tersebut. (Fer/P-3)

















































