Update Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang: Sisa Titik Api Tinggal 30 Persen

2 weeks ago 16
 Sisa Titik Api Tinggal 30 Persen Foto udara asap membumbung tinggi dari kebakaran TPA Jatiwaringin.(Dok. Antara)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Banten, melaporkan perkembangan signifikan dalam penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk. Hingga Rabu (8/7/2026), kondisi kebakaran TPA Jatiwaringin tersebut kini tinggal menyisakan sekitar 30 persen.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyatakan bahwa pada hari kesembilan operasi pemadaman, luas area yang terbakar telah berkurang drastis dari total 15 hektare yang sebelumnya terdampak. Sebagai informasi, total luas lahan TPA Jatiwaringin sendiri mencapai 33 hektare.

"Untuk hari kesembilan, hasil sampai dengan hari ini tinggal kurang lebih sekitar 30 persen lagi dari 15 hektare yang terbakar," ujar Achmad Taufik di Tangerang, Rabu (8/7).

Tantangan Gas Metana dan Karakteristik Sampah

Taufik menjelaskan bahwa kebakaran TPA memiliki tingkat kesulitan yang mirip dengan lahan gambut karena tumpukan sampah yang sudah menggunung selama bertahun-tahun. Timbunan tersebut menyimpan kandungan gas metana yang sangat reaktif terhadap cuaca panas.

"Di bagian dalamnya itu mengandung gas metana. Kalau cuaca panas, api bisa muncul sendiri secara tiba-tiba dari dalam timbunan," terangnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, petugas gabungan menggunakan alat berat guna mengurai gunungan sampah. Strategi ini dilakukan agar air pemadaman bisa menjangkau titik api di lapisan dalam dan memutus rantai panas (geothermal) yang tersimpan di bawah permukaan.

Kolaborasi Lintas Sektoral dan Operasi Udara

Sebelumnya, pada Selasa (7/7), Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menyebutkan bahwa pengendalian titik api telah mencapai 50 persen dengan tingkat kebersihan area terdampak mencapai 70 persen. Capaian ini merupakan hasil kolaborasi antara BNPB, KLHK, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, hingga sektor swasta.

Dalam operasi pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin ini, sebanyak 500 personel gabungan dikerahkan dengan fokus utama pada sektor barat mengikuti arah embusan angin. Untuk mempercepat mobilitas, petugas di sektor utara, selatan, dan tengah disokong oleh puluhan mobil tangki air berkapasitas 4.000 hingga 5.000 liter.

"Mencari solusi itu pasti step by step. Saat ini perkembangannya sudah sangat signifikan. Selain jalur darat, operasi udara juga terus dioptimalkan untuk menggempur titik api," pungkas Djohan.

Sistem penyuplai air secara langsung di titik pemadaman terus dilakukan agar armada mobil pemadam utama tidak perlu meninggalkan lokasi untuk pengisian ulang, sehingga proses pendinginan (cooling down) dapat berjalan tanpa henti. (Ant/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |