(MI/HO)
KELOMPOK usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Monalisa yang berlokasi di Kalurahan Gayamharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini melakukan transformasi besar dalam operasional usahanya. Transformasi ini mencakup pengembangan proses produksi, tata kelola administrasi, inovasi produk, hingga strategi pemasaran yang lebih modern.
Salah satu inovasi unggulan yang dihasilkan ialah pie susu kambing mocaf. Produk ini memanfaatkan tepung mocaf berbahan dasar singkong yang dipadukan dengan susu kambing lokal. Inovasi tersebut tidak hanya memberikan nilai tambah pada komoditas lokal, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para perajinnya.
Pendampingan Terstruktur
Keberhasilan UMKM Monalisa merupakan buah dari program pendampingan yang diinisiasi PT Asuransi BRI Life bekerja sama dengan BRI Research Institute (BRIRINS Institute) sebagai mitra pelaksana. Program yang berlangsung selama tiga bulan (Maret hingga Mei 2026) ini difokuskan pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM berbasis singkong agar mampu menghasilkan produk olahan yang kompetitif.
Head of Corporate Secretary Division BRI Life, Ade Nasution, menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menjadi prioritas perusahaan. Menurutnya, indikator keberhasilan CSR bukan sekadar bantuan fisik, melainkan kemandirian masyarakat pasca-program.
"Kami menghadirkan program yang tidak hanya menyediakan sarana produksi, tetapi juga memperkuat kapasitas usaha melalui pendampingan yang terstruktur bersama BRIRINS Institute. Kami berharap program ini mampu melahirkan UMKM yang lebih mandiri, adaptif, dan memiliki daya saing sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," ujar Ade dalam keterangan tertulis, Rabu (8/7).
Modernisasi Produksi dan Perlindungan Finansial
Dalam mendukung modernisasi, BRI Life menyalurkan bantuan sarana produksi berupa oven bertingkat, meja kerja stainless steel, serta perangkat digital untuk pencatatan usaha. Selain aspek teknis produksi, aspek perlindungan diri juga menjadi perhatian.
Sebanyak 30 anggota UMKM Monalisa mendapatkan perlindungan Asuransi Mikro Kecelakaan, Kesehatan, dan Meninggal Dunia (AMKKM) dari BRI Life. Pemberian asuransi ini dibarengi dengan edukasi literasi keuangan untuk memperkuat ketahanan finansial para anggota kelompok usaha.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan
Guna memastikan kualitas bahan baku terjaga dari hulu, program ini turut melibatkan pakar pertanian dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Para pakar memberikan pendampingan teknis mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman singkong kepada para petani pemasok.
Koordinator Rumah Produksi dan Pemasaran UMKM Monalisa, Mantik Bimo Nugroho, mengakui dampak positif dari kolaborasi ini. Ia menyatakan bahwa pendampingan tersebut telah meningkatkan kemampuan kelompok dalam mengelola usaha secara profesional, mengadopsi teknologi digital, serta memperluas jangkauan pemasaran produk olahan mocaf mereka. (Ant/I-2)

















































