UI dan Tsinghua University Kembangkan Vaksin Dengue mRNA, Beri Efek Ganda Perlindungan DBD

2 weeks ago 14
UI dan Tsinghua University Kembangkan Vaksin Dengue mRNA, Beri Efek Ganda Perlindungan DBD Ilustrasi vaksin DBD.(Dok. Magnific)

REKTOR Universitas Indonesia (UI) Heri Hermansyah menyatakan bahwa kolaborasi riset dengan Tsinghua University dalam pengembangan vaksin demam berdarah dengue (DBD) berbasis teknologi mRNA akan memberikan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan bagi Indonesia. Selain memperkuat sistem kesehatan, kerja sama ini menyasar hilirisasi industri dan penguatan Program Imunisasi Nasional.

Dalam peluncuran prototipe vaksin DBD berbasis mRNA di Jakarta, Rabu (8/7), Heri menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan bentuk diplomasi akademik tingkat tinggi. Proyek ini diharapkan menjadi tonggak pencapaian baru dalam kedaulatan kesehatan nasional.

"Kita tidak cuma menginisiasi pertukaran pelajar. Kita secara aktif bersama-sama menciptakan teknologi kesehatan yang dapat menyelamatkan nyawa, dengan dukungan dari Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)," ujar Heri.

Heri menambahkan bahwa dukungan pemerintah telah memfasilitasi kerja sama ini dengan sangat baik, mulai dari fase pengujian laboratorium awal hingga persiapan uji klinis. Inovasi ini sejalan dengan target Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang mendorong pengembangan 11 vaksin utama agar dapat diproduksi secara mandiri di dalam negeri untuk kebutuhan Program Imunisasi Nasional.

Keunggulan Teknologi mRNA

Vice President of Tsinghua University, Wu Huaqiang, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyebut kolaborasi ini sebagai bukti nyata kerja sama strategis antara kok dan Indonesia. Ia menyoroti tantangan penyakit dengue yang telah lama menjadi beban kesehatan di Asia Tenggara.

"Platform vaksin tradisional punya batasan-batasan tertentu, sementara itu teknologi mRNA menawarkan peluang-peluang baru untuk mengembangkan vaksin yang lebih aman dan bisa diadaptasi oleh sistem lokal," jelas Wu Huaqiang.

Riset bersama ini didukung oleh Basis Kerja Sama Sains dan Teknologi Internasional Beijing, yang memberikan fondasi kuat bagi UI dan Tsinghua dalam menangani isu penyakit infeksius.

Tiga Target Utama Kolaborasi

Kolaborasi yang diresmikan pada Rabu tersebut memiliki tiga tujuan strategis:

  • Meningkatkan kapasitas riset vaksin DBD berbasis mRNA dan menjajaki peluang kolaborasi untuk jenis vaksin lainnya.
  • Mengembangkan talenta di bidang bioteknologi melalui kemitraan akademik yang berkelanjutan.
  • Menciptakan model respons bersama yang dapat direplikasi untuk menghadapi ancaman penyakit infeksius di tingkat regional.

Melalui langkah ini, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi konsumen teknologi kesehatan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam menciptakan solusi medis global yang inovatif. (Ant/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |