Trump Bikin Gaduh di KTT NATO Ankara, Zelensky Desak Eropa Mandiri Hadapi Rusia

2 weeks ago 20
Trump Bikin Gaduh di KTT NATO Ankara, Zelensky Desak Eropa Mandiri Hadapi Rusia Presiden AS Donald Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan(White House)

KTT NATO tahun ini menampilkan pemandangan yang kontradiktif. Di satu sisi, Turki selaku tuan rumah memberikan sambutan karpet merah yang mewah untuk Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Banner raksasa bertuliskan "Kunci Perdamaian" membentang, dan Presiden Recep Tayyip Erdogan bahkan menjemput Trump langsung di bandara diiringi atraksi jet tempur.

Namun di sisi lain, kehadiran Trump justru menjadi faktor peredam keharmonisan aliansi. Trump tidak pernah menyembunyikan rasa tidak sukanya pada NATO. Ia mengaku hanya bersedia hadir di Ankara karena faktor kedekatannya dengan Erdogan.

Kontroversi Trump dan Sindiran untuk Inggris

Benar saja, sesampainya di lokasi, Trump langsung memicu kegaduhan. Ia kembali melontarkan pernyataan kontroversial bahwa AS seharusnya mengambil alih Greenland, wilayah bagian dari Denmark yang juga anggota NATO. Perdana Menteri Denmark bahkan sempat merespons keras bahwa jika AS mengambil Greenland dengan paksa, hal itu akan menjadi akhir dari NATO.

Tak hanya itu, Trump masih menyimpan kekesalan karena sekutu NATO enggan terlibat dalam konflik dengan Iran yang ia sulut awal tahun ini. Ia bahkan secara khusus menyindir Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, meskipun Inggris telah mengizinkan AS menggunakan pangkalannya untuk menggempur situs rudal Iran.

"Dia bilang, 'Tidak, kami akan membantu setelah perang selesai.' Saya katakan saya tidak butuh bantuan seperti itu. Kami sama sekali tidak butuh bantuan. Sebenarnya saya sedang menguji orang-orang, saya ingin melihat apakah mereka akan ada di sana atau tidak, karena saya sudah lama mengatakan bahwa kita membantu mereka tetapi saya tidak yakin mereka akan ada untuk kita," ujar Trump ketus.

Di sisi lain, PM Starmer menghadapi kritik domestik karena Rencana Investasi Pertahanan yang dibawanya ke Ankara dinilai kekurangan dana miliaran poundsterling dari target yang ditetapkan tahun lalu.

Zelensky Tuntut Sistem Pertahanan Udara Mandiri

Di luar drama politik Trump, KTT ini mencoba fokus pada agenda serius, mempersenjatai kembali Eropa. NATO mengumumkan kontrak besar untuk armada pesawat angkut Airbus baru dan penggantian pesawat pengintai AWACS dengan pesawat GlobeEye dari Swedia.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, yang turut hadir, memanfaatkan momentum ini untuk mengingatkan sekutu Barat tentang urgensi pertahanan udara. Beberapa hari terakhir, rudal balistik Rusia kembali menghantam gedung-gedung apartemen di Kyiv dan menewaskan puluhan warga sipil akibat krisis rudal pencegat.

"Eropa membutuhkan sistem dan rudal anti-balistiknya sendiri yang efektif," tegas Zelensky. "Dan pekerjaan ini sudah berjalan, saya mendesak Anda dan semua mitra kami untuk memberikan perhatian yang layak. Ini tidak bisa menunggu hingga tahun 2030 atau setelahnya, Eropa membutuhkan sistem anti-balistik produksi massal yang terjangkau sesegera mungkin."

Desakan Zelensky dinilai sangat beralasan. Mengingat AS yang terus mengurangi komitmen pertahanannya di Eropa, kawasan ini harus berpacu dengan waktu. Muncul kekhawatiran besar bahwa jika perang di Ukraina berhenti, Rusia akan melakukan persenjataan ulang secara kilat dan mampu mengancam wilayah NATO dalam waktu empat tahun ke depan. (BBC/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |