Tolak Ikut LCC Ulang MPR, SMA Pontianak Pastikan Keikutsertaan di 2027

4 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

SMAN 1 Pontinak mengumumkan tak akan ikut Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar antar SMA tingkat Kalimantan Barat (Kalbar) yang telah diputukan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI buntut polemik penjurian yang viral dan menjadi sorotan karena sikap dewan juri yang berasal dari kesekretariatan MPR.

Namun, SMAN 1 Pontianak lewat pernyataan resmi menegaskan tetap menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan dan mendukung SMAN 1 Sambas sebagai wakil Kalbar di tingkat nasional. Selain itu, pihak sekolah pun mengisyaratkan keikutsertaannya apabila lomba sejenis digelar kembali tahun depan.

"Sampai jumpa di LCC 4 Pilar 2027," kata Kepala SMAN 1 Pontianak Indang Maryati dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/5) dikutip dari detikKalimantan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indang menegaskan pihaknya menghormati hasil lomba, dan akan memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas untuk mewakili Provinsi Kalbar di lomba tingkat nasional.

"SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional," kata dia.

Lanjut Indang, SMAN 1 Pontianak tidak akan terlibat apabila lomba LCC tingkat Kalbar 2026 diulang seperti yang telah disampaikan MPR RI pekan ini.

"SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang," tegasnya.

Dalam pernyataan itu, dia menegaskan SMAN 1 Pontianak sejak awal menegaskan tak pernah berkeinginan membatalkan hasil perlombaan. Menurut Indang, langkah yang dilakukan semata-mata untuk meminta klarifikasi terkait proses penilaian dalam final lomba.

Adapun protes yang dilakukan anak didiknya saat perlombaan, lalu ditindaklanjuti setelahnya yang kemudian viral adalah untuk mendapatkan klarifikasi yang jelas.

"SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan," katanya.

Pihak sekolah juga menegaskan upaya yang dilakukan bukan untuk menyerang atau menjatuhkan kredibilitas lembaga maupun individu tertentu.

"Langkah yang dilakukan bukan merupakan upaya untuk menyerang ataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu," ujarnya.

Pihak sekolah juga mengajak seluruh pihak menjaga iklim pendidikan yang kondusif, aman, dan nyaman bagi semua peserta didik.

"SMAN 1 Pontianak memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi, serta mengajak semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan semangat kebersamaan," sambungnya.

Banner Microsite Haji 2026

Keputusan gelar ulang lomba cerdas cermat

Diketahui, polemik Final LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Kalbar menjadi perhatian publik usai viralnya video penilaian juri terhadap peserta SMAN 1 Pontianak. Kontroversi itu memicu protes dari peserta, alumni, hingga masyarakat dan berujung pada permintaan maaf serta komitmen evaluasi dari MPR RI.

Setelah viral dan jadi perbincangan selama beberapa hari ini, sebelumnya MPR memutuskan bakal menggelar ulang final cerdas cermat empat pilar antar SMA di tingkat Kalbar.

Keputusan itu disampaikan langsung oleh Ketua MPR Ahmad Muzani dalam jumpa pers di kompleks parlemen, Jakarta Rabu (13/5).

Muzani menegaskan pihaknya telah mengambil keputusan dan telah mengevaluasi kasus tersebut.

"Lomba cerdas cermat (LCC) di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang," kata Muzani kala itu.

Namun, Muzani belum mengungkap waktu pelaksanaan ulang lombanya. MPR memastikan akan digelar dalam waktu dekat.

Selain itu, Muzani mengatakan pihaknya juga telah memutuskan dalam final ulang, juri akan dipilih secara independen di luar Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR. Mereka akan diambil dari unsur akademisi di wilayah Kalimantan Barat.

"Juri yang akan menjuri dalam Lomba Cerdas Cermat tersebut adalah juri independen," katanya.

Insiden viral dalam final lomba cerdas cermat Empat Pilar MPR RI Provinsi Kalbar itu bermula saat dewan juri memberi nilai berbeda terhadap jawaban yang sama oleh regu B dan C dalam pertanyaan rebutan.

MPR belakangan menyampaikan permintaan maaf soal viral keputusan dewan juri. Wakil Ketua MPR, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kinerja dewan juri dan sistem lomba.

"Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini," kata Abcandra dalam keterangannya, Selasa (12/5).

MC kegiatan tersebut pun sudah menyampaikan permintaan maaf secara tertulis lewat akun Instagramnya.

Baca berita lengkapnya di sini.

(kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |