Beijing (ANTARA) - Buka puasa bersama, mendengarkan ceramah singkat dan salat tarawih berjamaah setiap hari selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing menjadi momen yang ditunggu bagi diaspora Indonesia.
"Alhamdulillah dengan adanya acara buka puasa KBRI ini sangat membantu saya pribadi. Selain silaturahmi, saya bisa bertemu teman-teman Indonesia, berbicara bahasa Indonesia dan makan masakan Indonesia lagi," kata Irham Tanjung Fadilah, pria asal Medan yang saat ini bekerja di China National Petroleum Company saat ditemui di aula KBRI Beijing pada Jumat (13/3).
Irham yang baru pertama kali menjalani puasa di China itu juga merupakan merupakan staf asing dan Muslim pertama di perusahaannya sehingga ia perlu menjelaskan konsep berpuasa kepada rekan kerjanya agar mereka dapat ikut mendukungnya saat menjalankan ibadah.
"Saya jelaskan kalau saya tidak makan dan minum dari pagi sampai sore dan sampaikan juga kalau di banyak agama ada anjuran berpuasa dan mereka terkejut. Saya juga jelaskan kalau puasa baik untuk kesehatan karena membunuh racun di tubuh," tambah Irham.
Selain lingkungan kerja yang toleran dan mendukungnya untuk berpuasa Ramadhan, Irham juga bersyukur bahwa ia dapat menjalankan kewajiban shalat di kantornya seperti di ruang rapat jika tidak sedang digunakan atau tempat olahraga.
"Setiap kali saya shalat, mereka tidak berisik. Terkadang kalau mereka sedang sendirian saat saya shalat di ruangan, mereka akan keluar memberi ruang," tambah Irham.
Ia pun berencana untuk merayakan lebaran pertamanya di Beijing dan menunaikan shalat Idul Fitri di KBRI Beijing sekaligus untuk bersilaturahmi dengan diaspora Indonesia lainnya di China.
Jamaah lain yang ikut dalam buka puasa bersama dan memilih untuk salat tarawih di KBRI Beijing adalah Malikah Kautsar Ilmi, mahasiswi pascasarjana di Beijing Normal University.
"Saya tarawih di KBRI karena salat tarawih di masjid China biasanya cepat dan bacaan suratnya diulang-ulang. Kalau di KBRI, salat tarawih hanya delapan rakaat dengan tilawah (membaca Al-Qur’an) yang lebih beragam," ungkap Malikah.
Ramadhan tahun ini adalah tahun ketiga Malikah berpuasa di Beijing dan menurutnya, dosen maupun teman-temannya ikut mendukung ibadah puasanya.
"Pernah ada kelas di mana saya harus presentasi saat sedang berpuasa. Sebelumnya saya sampaikan kepada dosen bahwa saya sedang berpuasa dan meminta pengertian jika sedikit lemas saat presentasi. Dosen tersebut mengatakan tidak ada masalah," ungkap Malikah.
Selain itu, teman-temannya juga sangat mendukung dengan memberikan makanan ringan dan minuman ketika Malikah harus berbuka puasa di tengah perkuliahan.
Ia bahkan menyebut dosen pembimbingnya sengaja memilih restoran halal saat berkumpul agar ia dapat makan lebih leluasa.
"Meski China merupakan negara komunis tapi Malikah merasa masyarakat China ramah terhadap warga muslim karena suku minoritas terbesar kedua di China yaitu suku Hui merupakan suku asli China yang beragama Islam dan tersebar di berbagai daerah di China," tambah Malikah.
Malikah yang saat ini menjabat sebagai sekretaris Lingkar Pengajian Beijing menyebut selain meningkatkan intensitas membaca Al-Qur’an, ia juga bergabung menjadi relawan dalam persiapan dan pelaksanaan shalat Idul Fitri yang diadakan di KBRI Beijing.
"Saya juga berencana untuk membeli baju baru untuk merayakan Idul Fitri pada tahun terakhir sebagai mahasiswa di Beijing," ungkap Malikah.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut rutin dilakukan setiap hari sejak 24 Februari 2026 hingga 19 Maret 2026 yang diikuti sekitar 40-70 orang Warga Negara Indonesia dengan menyajikan berbagai makanan khas nusantara seperti ketoprak, gorengan, bakwan malang, nasi uduk, nasi kuning, soto bandung, ayam semur, sayur lodeh, telur, nasi putih, kerupuk dan menu Nusantara lainnya.
Sebagai penutup rangkaian ibadah Ramadhan, KBRI Beijing berencana akan mengadakan salat Idul Fitri di lapangan KBRI Beijing pada Sabtu, 21 Maret 2026 pukul 08.45 waktu setempat dan setelah itu Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun akan mengadakan "open house" di dalam kompleks KBRI Beijing.
Baca juga: KBRI Beijing beri layanan konsuler dan buka puasa bersama WNI Changsha
Baca juga: KBRI Beijing ingin perbanyak mahasiswa Indonesia belajar STEM di Hunan
Pewarta: Desca Lidya Natalia dan Rizki Dwi Wibawa
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486410/original/015853500_1769586166-Pesib_Kurzawa.jpg)









