PRANCIS pada Rabu mengumumkan kematian tentara kedua setelah serangan di Libanon selatan yang menargetkan Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Libanon (UNIFIL).
“Anicet Girardin meninggal dunia pagi ini akibat luka-lukanya. Ia gugur untuk Prancis,” kata Presiden Emmanuel Macron dalam pesan yang dipublikasikan di platform X seperti dilansir Anadolu.
Prajurit tersebut sebelumnya telah dievakuasi ke Prancis untuk mendapatkan perawatan setelah terluka dalam serangan yang sama yang menewaskan Adjutant Florian Montorio serta melukai dua personel Prancis lainnya.
Menurut Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis, patroli tersebut diserang pada 18 April di Lebanon selatan dalam sebuah insiden yang melibatkan kelompok bersenjata.
Girardin dipulangkan ke Prancis pada 21 April, namun kemudian meninggal dunia akibat luka-lukanya, demikian keterangan kementerian tersebut.
Insiden itu terjadi saat patroli UNIFIL di Lebanon selatan, di mana pasukan Prancis merupakan bagian dari misi PBB. Terdapat lebih dari 600 pasukan penjaga perdamaian Prancis yang ditempatkan sebagai bagian dari misi Unifil yang mencakup 7.500 personel dari 47 negara penyumbang.
Diduga Diserang Hizbullah
UNIFIL menggambarkan kopral Girardin sebagai "pelatih anjing spesialis". Pada Sabtu, tim penjinak bahan peledaknya "diserang saat membersihkan jalan di Ghanduriyah untuk membangun kembali akses ke posisi Unifil yang terisolasi", kata mereka seperti dilansir The National.
Seorang prajurit lain, Perwira Florian Montorio, sebelumnya dilaporkan oleh Presiden Prancis telah tewas dalam insiden penembakan yang dikaitkan oleh Macron dengan anggota Hizbullah.
Berbicara bersama Macron di Paris pada hari Selasa, Perdana Menteri Libanon Nawaf Salam mengatakan bahwa ia secara pribadi mengikuti penyelidikan atas insiden tersebut "hari demi hari". Macron menekankan bahwa ia menginginkan hasil yang cepat dan para pelaku dipenjara.
Namun, Salam memperingatkan bahwa "kondisi di lapangan tidak mudah" dan bahwa ia tidak dapat memprediksi apakah akan memakan waktu "48 jam atau satu pekan."
Sumber-sumber Prancis sebelumnya mengatakan kepada Le Monde bahwa insiden pada Sabtu terjadi ketika tim kontingen Prancis mencoba menyingkirkan bom pinggir jalan meskipun sekelompok pria Lebanon, yang berafiliasi dengan Hizbullah, menyuruh mereka berhenti.
Sumber tersebut mengatakan bahwa tidak ada keputusan sebelumnya dari komando pusat Hizbullah untuk menyerang tentara Prancis.
UNIFIL dijadwalkan untuk mulai menarik diri dari Libanon pada 31 Desember, setelah 48 tahun berada di negara itu, menyusul veto AS atas perpanjangan mandatnya.
UNIFIL telah beroperasi dalam kondisi yang semakin sulit sejak putaran pertempuran terbaru antara Israel dan Hizbullah. Hal ini dimulai setelah milisi yang didukung Iran itu menembakkan roket ke Israel beberapa hari setelah dimulainya perang Iran yang lebih luas. Namun, Israel telah menyerang selatan Libanon hampir setiap hari meski ada gencatan senjata pada November 2024. Israel juga berupaya membangun zona penyangga beberapa kilometer di dalam perbatasan Lebanon, sebuah pelanggaran kedaulatan Libanon.






































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4908650/original/070505300_1722696593-20240803BL_Perebutan_Peringkat_Ketiga_Piala_Presiden_2024_3.JPG)








