Tempo Alami Serangan Digital

18 hours ago 4

SERVER portal berita Tempo mengalami serangan siber berupa distributed denial of service (DDoS) sejak Jumat, 5 Juni 2026. Serangan tersebut membanjiri server situs Tempo dengan lalu lintas internet palsu sehingga mengganggu akses publik ke laman berita tersebut.

Chief Technology Officer Tempo Digital Heru Tjatur Tjahja mengatakan serangan yang diterima Tempo dalam beberapa hari terakhir tergolong masif. Hingga Senin, 8 Juni 2026, tim teknologi Tempo mencatat total 24,9 juta request yang mengarah ke server mereka.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Total serangan yang membanjir website kami per 8 Juni sebesar 24,9 juta request,” kata Tjatur pada Senin, 8 Juni 2026.

Menurut dia, serangan DDoS dilakukan menggunakan bot yang mengirimkan trafik internet dalam jumlah sangat besar ke server situs. Berdasarkan analisis tim teknologi Tempo, pola serangan berlangsung secara sporadis dengan intensitas tinggi pada waktu-waktu tertentu.

Tjatur mengatakan para penyerang cenderung melancarkan aksinya pada malam hingga dini hari. Salah satu gelombang serangan terbesar terjadi antara pukul 20.30 hingga tengah malam dengan total 12,97 juta serangan hanya dalam rentang dua jam.

“Jadi misalnya intensitas pertama ada 12,97 juta serangan hanya dalam dua jam. Mulai dari 20.30 sampai tengah malam penyerang melakukan serangan digital,” ujarnya.

Analisis sementara menunjukkan sumber serangan tidak hanya berasal dari Indonesia. Tim Tempo menemukan jejak serangan dari sejumlah negara, antara lain Kolombia, Amerika Serikat, Filipina, Bangladesh, dan Meksiko.

Akibat serangan tersebut, akses publik ke situs Tempo sempat terganggu. “Serangan digital DDoS membuat situs Tempo jadi susah diakses,” kata Tjatur.

Ia menduga serangan DDoS merupakan kelanjutan dari upaya peretasan yang sebelumnya menyasar sistem pengelolaan konten atau content management system (CMS) Tempo pada akhir Mei lalu. Dalam insiden tersebut, peretas membatalkan publikasi sejumlah artikel yang telah tayang.

Menurut Tjatur, artikel-artikel yang menjadi sasaran peretasan berkaitan dengan pemberitaan kasus korupsi. Namun, desain sistem CMS Tempo membatasi kewenangan pengguna sehingga peretas tidak dapat menghapus artikel secara permanen dan hanya bisa melakukan unpublish.

“Pihak-pihak yang menyerang ini tampaknya tidak senang, barulah melakukan serangan digital DDoS,” ujarnya.

Tempo, kata dia, telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mengatasi serangan tersebut, mulai dari memperbarui kredensial akses hingga memperketat sistem keamanan. Tjatur menambahkan bahwa serangan siber bukan hal baru bagi Tempo dan diduga ditujukan untuk mengganggu kerja-kerja jurnalistik redaksi.

“Kami terus memperkuat pengamanan agar operasional dan publikasi berita tetap berjalan,” kata dia.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |