Teheran Ancam Balas Serangan AS di Dekat Selat Hormuz

2 weeks ago 14
Teheran Ancam Balas Serangan AS di Dekat Selat Hormuz Ilustrasi(Centcom)

MEDIA pemerintah Iran melaporkan terdengarnya serangkaian ledakan hebat di wilayah Selat Hormuz pada Selasa waktu setempat. Insiden ini terjadi sesaat setelah para pejabat Amerika Serikat mengumumkan peluncuran serangan militer kuat ke wilayah Iran.

Menurut laporan dari media penyiaran IRIB, sebanyak enam ledakan terdengar di Pulau Qeshm, Iran. Selain itu, tujuh ledakan lain mengguncang kota Sirik, disusul suara ledakan tambahan yang terdengar di kota pelabuhan utama, Bandar Abbas.

Merespons serangan tersebut, Kementerian Luar Negeri Iran melayangkan peringatan keras. Pihak Teheran menuduh Amerika Serikat telah berulang kali melanggar nota kesepahaman yang bertujuan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, serta menyoroti agresi yang terus berlanjut di Libanon dan ancaman lainnya.

"Iran mengeluarkan peringatan serius mengenai konsekuensi dari pelanggaran perjanjian oleh Amerika, dan akan mengambil tindakan tegas untuk melindungi kepentingan serta keamanan nasionalnya," tegas kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan yang diunggah ke saluran Telegram resmi IRIB News.

Ketegangan ini memuncak setelah AS secara resmi mencabut dispensasi sanksi (sanctions waiver) minyak Iran pada hari Selasa. Langkah tersebut diambil Washington menyusul insiden penyerangan terhadap tiga kapal tanker komersial di kawasan Selat Hormuz, yang meningkatkan tekanan terhadap Teheran di tengah proses negosiasi kedua negara untuk mengakhiri perang.

Berdasarkan data dari badan keamanan maritim Inggris, UKMTO, kronologi serangan terhadap kapal komersial tersebut bermula saat sebuah "proyektil tak dikenal" menghantam satu kapal tanker pada malam hari hingga memicu kebakaran. Setelah itu, dua kapal lainnya kembali menjadi sasaran, di mana setidaknya satu kapal dipastikan dihantam oleh pesawat tanpa awak (drone).

Ketiga kapal komersial tersebut diserang di area yang dekat dengan wilayah Oman. Sebelum insiden terjadi, Oman sebenarnya telah mengusulkan pembentukan koridor transit sementara yang menyusuri garis pantainya demi keamanan pelayaran. Namun, inisiatif tersebut ditentang oleh pihak Iran yang saat ini tengah berupaya untuk memberlakukan tarif bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. (AFP/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |