Ilustrasi(Dok Istimewa)
MAHASISWA LSPR Institute of Communication and Business menghadirkan pertunjukan teater musikal "Echoes of the Unsaid: The Musical" yang mengangkat tema hubungan keluarga, kehilangan, komunikasi antara orang tua dan anak, serta emosi yang tak terungkap.Pementasan ini dalam rangka 34th LSPR Theatre Festival di Amani Palladium Theatre, LSPR
Bekasi.
Echoes of the Unsaid: The Musical mengisahkan seorang remaja perempuan yang merasa hubungannya dengan sang ibu semakin renggang. Perhatian dan aturan yang diberikan ibunya dianggap sebagai tekanan, membuatnya memilih menjauh dan menjalani hidup dengan caranya sendiri.
Di tengah perbedaan cara pandang dan komunikasi yang tidak tersampaikan, jarak di antara keduanya semakin melebar. Melalui kisah yang dekat dengan realitas banyak keluarga, pertunjukan ini mengangkat pentingnya komunikasi, pengertian, dan hubungan antara orang tua dan anak.
Mengusung tema royal core yang terinspirasi dari estetika kerajaan Inggris era 2010-an, pertunjukan ini menampilkan perpaduan kostum elegan, musikal realistik, serta tata panggung yang dirancang untuk membawa penonton masuk ke dunia kerajaan.
“Saya ingin menghadirkan Echoes of the Unsaid: The Musical sebagai kisah yang hangat, tulus, dan menyentuh hati. Melalui akting yang autentik, visual yang sederhana namun bermakna, serta atmosfer yang intim, saya ingin membawa penonton merasakan perjalanan emosional seorang ibu dan anak yang terjebak dalam kesalahpahaman," kata sutradara Keyvita Alodiaraya.
Dia berharap pertunjukan ini dapat mengingatkan bahwa kasih sayang tidak selalu diungkapkan melalui kata-kata, melainkan juga melalui pengorbanan dan perhatian. Pada akhirnya, Echoes of the Unsaid bukan
sekadar sebuah pertunjukan namun pengingat bahwa hal-hal yang tidak pernah terucap justru sering kali memiliki makna yang paling dalam.
“Saya berperan sebagai Violet. Peran ini cukup sulit karena saya harus membangun karakter dan emosi yang cukup kuat untuk bisa masuk ke dalam peran ini. Namun, dari peran ini saya belajar untuk bisa menerima keadaan, karena keadaan tidak selalu sesuai dengan harapan kita.
Yang kedua, jangan egois dan hanya memikirkan diri sendiri. Yang ketiga, jangan menyianyiakan kesempatan, karena kesempatan tidak datang dua kali. Lalu, coba untuk melawan ketakutan dan gengsi yang ada di diri kita,” kata Keisya Azzahra
Pemeràn lainnya,Alifya Zania Asra mengatakan pada teater ini ia berperan sebagai Violet’s Mother. "Saya belajar bahwa menjadi seorang ibu sangat tidak mudah, kasih sayangnya pun tidak akan ada habisnya. Saya merasakan kekhawatiran seorang ibu kepada anaknya dan cinta seorang ibu yang begitu besar yang tak akan pernah bisa digantikan oleh hal apapun. Saya belajar bahwa memiliki anak suatu hal yang sangat membahagia kan namun bisa menjadi ketakutan terbesar karena suatu hari kita pasti akan meninggalkannya,” kata Alifya Zania Asra
Selain tokoh utama, pertunjukan ini juga didukung para pemeran pendukung yang memperkuat alur cerita, yaitu Nafila Safwah Danisa sebagai Beatrice, Shamyrel Putri Azilla sebagai Belle, dan Syila Rachmi Aimi sebagai Emily.
Poster Echoes of the Unsaid: The Musical merepresentasikan kisah tentang hubungan keluarga, kehilangan, dan perasaan yang sulit diungkapkan. Dominasi warna merah pada logo melambangkan konflik, cinta, kehilangan, dan kerinduan yang mewarnai perjalanan para karakter, sementara warna kuning pada judul menjadi simbol harapan, kehangatan, dan kasih sayang di tengah berbagai konflik yang terjadi. Spotlight putih menggambarkan suasana musical theater sekaligus menjadi simbol kenangan yang terus hidup dalam perjalanan Violet.
Poster ini juga menampilkan ilustrasi dua tangan yang berusaha meraih sebuah pajangan foto di atas meja makan. Pajangan tersebut melambangkan hubungan yang renggang akibat komunikasi yang dipenuhi konflik dan perasaan yang terpendam. Meski demikian, kedua
tangan yang mengarah pada objek yang sama menunjukkan masih adanya keinginan untuk saling memahami dan memperbaiki hubungan yang retak. Latar rumah dan meja makan semakin menegaskan bahwa cerita ini berakar dari dinamika keluarga yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Teater ini disutradarai oleh Keyvita Alodiaraya dengan Keyza Muazarah sebagai Assistant Director 1 dan Shamyrel Putri Azilla sebagai Assistant Director 2 dari naskah asli yang ditulis oleh Salma Febriyanti dan Nauva Aulia, sementara produksi dipimpin oleh Production Manager Naufal Thoriq Aqil dan Vice Production Manager Mahadtu Lahu Tamhida, serta diproduseri Dr. Yasmine Yessy Gusman, dengan dukungan dan pendampingan akademik dari Hatfina Izzati Arshimny.
Teater Echoes of the Unsaid: The Musical dimulai dari ide Salma Febriyanti dan Nauva Aulia yang ingin menggambarkan realitas yang banyak dialami masyarakat mengenai bagaimana kehilangan, trauma, dan kesedihan, dapat memengaruhi hubungan dalam keluarga. Melalui
kisah ini, keduanya mengangkat dinamika hubungan orang tua dan anak yang sering kali dipenuhi kesalahpahaman, meskipun dilandasi oleh kasih sayang yang sama.
Perasaan yang tak Terucapkan
Cerita ini mengisahkan sebuah keluarga yang harus menghadapi kehilangan sosok pemersatu, hingga hubungan mereka dipenuhi jarak emosional dan komunikasi yang terputus. Melalui Echoes of the Unsaid: The Musical, para penulis ingin menunjukkan bahwa konflik keluarga sering kali lahir bukan karena kurangnya cinta, melainkan karena perasaan yang tak pernah terucapkan.
Diproduksi oleh mahasiswa COMM29-6SP LSPR Institute of Communication and Business, Echoes of the Unsaid: The Musical merupakan bagian dari rangkaian 34th LSPR Theatre Festival. Di bawah arahan produser Dr. Yasmine Yessy Gusman, dan pendampingan Hatfina Izzati Arshimny, produksi ini melibatkan 36 pemain dan kru yang berkolaborasi untuk menghadirkan sebuah pertunjukan musikal yang mengangkat tema keluarga, kehilangan, dan komunikasi.
Pementasan ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan hari ulang tahun Yessy Gusman tepat pada 21 Juli 2026. Saai ini, Yessy Gusman yang juga aktif di IKAL PAUD berusia 64 tahun.
Dalam sambutannya,Yessy Gusman mewakili Prita Kemal Gani, Founder & CEO Institute Komunikasi dan Bisnis LSPR, Dr. Andre Ikhsano, Rektor Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR, dan Dekan Fakultas Komunikasi, Dr. Sri Ulya Suskarwati, beserta jajarannya.
"Suatu kehormatan bagi saya menyambut kehadiran bapak ibu orang tua wali serta kerabat dari kelas COMM29-6SP yang menampilkan pertunjukan teater berjudul “Echoes of the Unsaid: The Musical”. Menjadi kehormatan pula bagi LSPR Institute untuk dapat bekerja sama dengan para dewan juri yang bertugas selama 14 hari untuk menilai karya dari mahasiswa mahasiswi institut LSPR batch 29,"papar artis kondang yang debutnya berperan bersama Rano Karno itu.
Adapun ketiga juri, Sony Wibisono selaku Ketua Dewan Juri dan dosen LSPR Performing Arts Communication, Ayu F Gurnitha pengajar program Indonesia Kaya Intensif Musikal Budaya. Juga performer pada “Teater Perahu Kertas: The Musical” dan “Chicago: The Musical” Raymond Y. Patty praktisi teater asal Jakarta dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia seni pertunjukan.
"Kami berharap melalui seni pertunjukan, mahasiswa mahasiswi Institut LSPR dapat mengkomunikasikan dan mengekspresikan pesan yang ingin mereka sampaikan dengan kemasan yang menarik,edukatif dan menghibur," pungkas Yessy Gusman.(H-2)

















































