Tayang 11 Juni 2026, Fakta Menarik Film Garuda di Dadaku

2 days ago 2

CANTIKA.COM, Jakarta - Film Garuda di Dadaku bakal tayang Kamis, 11 Juni 2026. Diproduksi oleh KAWI Animation dan BASE Entertainment, film animasi ini merupakan IP Garuda di Dadaku pada 2009. 

Secara produksi, film ini tanpa menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Keputusan tersebut diambil sebagai upaya memperkuat industri animasi nasional dan membuka ruang lebih luas bagi para kreator lokal.

"Kami ingin membangun industri animasi Indonesia. Kalau talent animasi Indonesia banyak, mengapa tidak memberikan ruang bagi mereka untuk berkarya?" kata produser Shanty Harmayn saat ditemui usai konferensi pers dan pemutaran film di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 3 Juni 2026.

Penggunaan tenaga animator lokal menjadi salah satu komitmen rumah produksi BASE Entertainment dalam mengembangkan ekosistem animasi nasional.

Selain itu, ada sederet fakta menarik film Garuda di Dadaku yang sayang buat dilewatkan.

1. Sekitar 500 Animator Terlibat

Sutradara Ronny Gani mengatakan film tersebut melibatkan sekitar 550 kru, termasuk hampir 500 animator. Menurut ia, proses produksi berlangsung selama tiga tahun dan seluruh tahapan animasi dikerjakan tanpa bantuan AI.

Film animasi Garuda di Dadaku. Dok. KAWI Animation

Tantangan terbesar selama produksi adalah memastikan cerita dapat diterima penonton. Untuk itu, tim kreatif beberapa kali menggelar diskusi kelompok terarah atau focus group discussion dan uji penonton sebelum film memasuki tahap akhir.

Shanty menepis anggapan bahwa penggarapan Garuda di Dadaku dalam format animasi dilakukan karena mengikuti tren kesuksesan film animasi Indonesia yang belakangan berkembang. Menurut dia, proyek tersebut telah direncanakan sejak beberapa tahun lalu dan dikembangkan secara bersamaan dengan sejumlah film animasi lainnya.

2. Anggota Timnas Ikut jadi Pengisi Suara

Selain menghadirkan kisah keluarga dan sepak bola, film ini juga melibatkan pemain tim nasional Indonesia Rizky Ridho sebagai pengisi suara. Pemilihan Rizky dilakukan melalui proses casting dan dinilai sesuai dengan tema sepak bola yang diangkat dalam film.

3. Tantangan Para Pengisi Suara

Para pengisi suara film animasi Garuda di Dadaku mengungkapkan berbagai tantangan yang mereka hadapi selama proses produksi. Kristo Immanuel terlibat sebagai pengisi suara karakter Gaga. Ia mengatakan salah satu kesulitan terbesar dalam mengisi suara film animasi adalah membangun ruang imajinasi.

"Kesulitannya salah satu yang utama adalah membangun ruang imajinasi. Karena kita rekamannya di indoor, bukan di lapangan bola beneran," kata Kristo di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 3 Juni 2026.

Menurut Kristo, pengisi suara harus mampu membayangkan situasi yang sedang diperankan meskipun berada di ruang rekaman yang kedap suara. Selain itu, mereka juga dituntut menjaga emosi dan kekuatan vokal saat harus berteriak dalam berbagai adegan.

Kristo mengaku sempat mengalami gangguan suara selama proses rekaman. Ia mengatakan kondisi ruangan yang dingin serta intensitas penggunaan suara membuat tenggorokannya hampir mengalami radang.

Kristo Immanuel, Keanu Azka, dan Quinn Salman setelah konferensi pers film animasi Garuda di Dadaku di Jakarta pada Rabu, 3 Juni 2026. TEMPO/Nadila Ratnasari

Sementara itu, Quinn Salman adalah pengisi suara karakter Naya. Ia mengungkapkan tantangan yang dihadapinya berasal dari perbedaan karakter yang diperankan dengan kepribadiannya sehari-hari. Dalam film tersebut, karakter Naya yang memiliki latar belakang dan cara berbicara berbeda dari dirinya.

"Karakter Naya jauh berbeda dengan kehidupan aku sehari-hari. Cara dia ngomong juga beda banget sama aku," ujar Quinn. Untuk mendalami karakter tersebut, ia mengaku mencari referensi dari adiknya yang memiliki ketertarikan besar terhadap sepak bola.

Di sisi lain, Keanu Azka yang menjadi pengisi suara karakter Putra menghadapi tantangan karena pada saat proses rekaman berlangsung dirinya memasuki masa pubertas. Perubahan suara yang terjadi selama beberapa bulan produksi membuatnya harus menyesuaikan kembali karakter suara yang digunakan. "Suara aku berubah banget dari yang sebelumnya. Jadi aku harus menyesuaikan lagi saat rekaman revisi," kata Keanu.

Ketiganya sepakat bahwa mengisi suara film animasi memiliki tingkat kesulitan yang berbeda dibandingkan bermain dalam film live action. Menurut mereka, pengisi suara harus memiliki kemampuan berimajinasi lebih kuat karena tidak dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan maupun pemain lain saat proses rekaman berlangsung. Meski demikian, mereka menganggap pengalaman tersebut memberikan tantangan sekaligus keseruan tersendiri. 

Film animasi Garuda di Dadaku bisa jadi pilihan tontonan menarik di musim libur sekolah nanti.

Pilihan Editor: Trailer Toy Story 5 Rilis, Woody dan Buzz Hadapi Mainan Teknologi Baru

NADILA RATNASARI 

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |