Tak Harus Memaksa, Nudge Theory Emi Wiranto Dorong Masyarakat Jaga Budaya

3 days ago 13
Tak Harus Memaksa, Nudge Theory Emi Wiranto Dorong Masyarakat Jaga Budaya Emi Wiranto saat berbincang dengan Media Indonesia, di Jakarta, Senin (20/7/2026)(MI/PANJI ARIMURTI)

Melestarikan budaya tidak selalu harus dilakukan melalui aturan, larangan, atau kewajiban. Perubahan perilaku masyarakat justru dapat dimulai dari dorongan kecil yang membuat seseorang secara sadar memilih melakukan sesuatu yang positif.

Gagasan itulah yang diangkat Emi Wiranto dalam disertasi doktoralnya di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Polri. Melalui disertasi berjudul Collaborative Policing Berbasis Nudge dalam Perlindungan Warisan Budaya Tak Benda, Emi menawarkan pendekatan yang lebih persuasif dan humanis untuk mendorong masyarakat ikut menjaga budaya Indonesia.

"Saya percaya budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi identitas bangsa yang harus dijaga bersama. Pelestarian budaya tidak bisa hanya menjadi tugas pemerintah atau komunitas budaya, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat," ujar Emi saat berbincang dengan Media Indonesia, Senin (20/7/2026).

Konsep tersebut berangkat dari gagasan Nudge Theory, yakni pendekatan yang mendorong seseorang mengambil keputusan atau melakukan perilaku tertentu tanpa paksaan dan tanpa menghilangkan kebebasan untuk memilih. Dalam konteks pelestarian budaya, pendekatan ini dapat diterapkan dengan menciptakan lingkungan yang membuat masyarakat lebih mudah, lebih tertarik, dan lebih terdorong untuk mengenal serta melestarikan budaya.

Generasi muda, misalnya, tidak harus dipaksa mencintai budaya melalui aturan. Mereka dapat didorong untuk mengenal budaya melalui cara-cara yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari menghadirkannya di ruang publik, mengemasnya secara kreatif, hingga menjadikannya bagian dari aktivitas sehari-hari.

Bagi Emi, budaya tidak akan bertahan hanya karena diwajibkan. Budaya akan terus hidup apabila masyarakat merasa memiliki dan secara sukarela menjadikannya bagian dari kehidupan.

Gagasan tersebut kemudian dipadukan Emi melalui konsep Collaborative Policing. Pendekatan ini menempatkan kolaborasi sebagai fondasi dalam perlindungan warisan budaya tak benda. Pemerintah, aparat, akademisi, komunitas budaya, pelaku usaha, hingga masyarakat memiliki peran sesuai kapasitas masing-masing.

Menurut Emi, budaya dan modernisasi juga tidak seharusnya ditempatkan dalam posisi yang berlawanan. Budaya perlu beradaptasi dengan perubahan zaman agar tetap memiliki tempat dalam kehidupan generasi masa kini.

"Budaya dan modernisasi tidak perlu dipertentangkan. Budaya harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya," kata Emi.

Ia mencontohkan kebaya sebagai salah satu warisan budaya yang memiliki makna lebih luas daripada sekadar busana tradisional. Kebaya merupakan bagian dari sejarah, nilai, dan identitas perempuan Indonesia.

"Kebaya bukan sekadar pakaian tradisional, tetapi simbol nilai, sejarah, dan identitas perempuan Indonesia. Tugas kita adalah membuat budaya hadir dalam kehidupan sehari-hari sehingga tetap relevan bagi generasi muda," ujarnya.

Menurut Emi, pendekatan Nudge dapat menjadi salah satu cara untuk membangun kesadaran tersebut. Alih-alih memaksa masyarakat untuk mencintai budaya, lingkungan sosial dapat dirancang sedemikian rupa sehingga masyarakat memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengenal, mencoba, dan akhirnya memilih untuk terlibat dalam pelestarian budaya.

Dengan kata lain, perubahan tidak selalu dimulai dari kebijakan besar. Terkadang, perubahan dapat tumbuh dari dorongan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Emi berharap gagasan dalam penelitiannya dapat menjadi referensi bagi penyusunan kebijakan pelestarian budaya di Indonesia. Ia juga ingin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas budaya, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya secara berkelanjutan.

"Saya berharap penelitian ini dapat menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan pelestarian budaya di Indonesia, memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, serta mendorong semakin banyak generasi muda untuk mencintai budayanya sendiri," tuturnya.

Bagi Emi, melindungi budaya pada akhirnya bukan hanya tentang mempertahankan sesuatu dari masa lalu. Lebih dari itu, pelestarian budaya adalah upaya memastikan nilai, identitas, dan jati diri bangsa tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |